Inggris Cegat Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia di Selat Inggris

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal tanker. Foto: Ole Berg-Rusten/NTB/ via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal tanker. Foto: Ole Berg-Rusten/NTB/ via Reuters

Pemerintah Inggris mencegat kapal tanker minyak SMYRTOS yang diduga bagian dari armada bayangan Rusia atau shadow fleet saat melintas di Selat Inggris, Minggu (14/6).

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris menyatakan operasi tersebut berlangsung sekitar enam jam pada dini hari dan didukung sejumlah aset militer, termasuk helikopter Chinook serta fregat Angkatan Laut Kerajaan HMS Sutherland.

Dalam operasi itu, personel Komando Marinir Kerajaan Inggris bersama petugas khusus dari Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) naik memeriksa ke kapal berbendera Kamerun tersebut.

"Kapal SMYRTOS dimasuki oleh Royal Marine Commandos dan petugas penegak hukum yang terlatih khusus dari National Crime Agency," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris yang dikutip Reuters.

Kapal itu kini ditahan di perairan lepas pantai selatan Inggris untuk dipantau lebih lanjut selama proses investigasi berlangsung. London menegaskan tindakan tersebut dilakukan sesuai hukum nasional dan internasional.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan operasi itu dilakukan atas arahannya langsung.

"Operasi yang berhasil ini kembali memberikan pukulan bagi Rusia dan mengingatkan pihak-pihak yang membiayai perang Putin di Ukraina bahwa kami tidak akan membiarkan mereka bersembunyi," kata Starmer melalui X.

X post embed

Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis menyebut armada bayangan Rusia selama ini digunakan untuk menghindari sanksi Barat dan membantu mendanai perang di Ukraina.

Dilansir AFP, pemerintah Inggris menyatakan ratusan kapal yang diduga tergabung dalam armada bayangan Rusia telah dikenai sanksi sejak invasi ke Ukraina pada 2022.

Kapal-kapal tersebut umumnya berupa tanker tua dengan kepemilikan yang tidak transparan dan digunakan untuk mengekspor minyak Rusia di luar mekanisme sanksi internasional.

Inggris sebelumnya juga menuding sejumlah kapal armada bayangan Rusia terlibat dalam insiden kerusakan kabel bawah laut di kawasan Laut Baltik.