Inggris Kirim Kapal Perang ke Timur Tengah, Amankan Selat Hormuz

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal HMS Dragon selama operasi pengisian amunisi di Fasilitas Pengisian Amunisi Upper Harbour (UHAF) di Pelabuhan Portsmouth, Inggris, (4/3/2026). Foto: Carlos Jasso/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kapal HMS Dragon selama operasi pengisian amunisi di Fasilitas Pengisian Amunisi Upper Harbour (UHAF) di Pelabuhan Portsmouth, Inggris, (4/3/2026). Foto: Carlos Jasso/REUTERS

Inggris akan mengirim kapal perang HMS Dragon ke Timur Tengah (Timteng) sebagai persiapan misi internasional untuk mengamankan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

HMS Dragon adalah kapal penghancur Tipe 45 yang sebelumnya ditempatkan di Laut Mediterania timur dekat Siprus.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris menyebut pengerahan HMS Dragon merupakan bagian dari rencana koalisi multinasional yang dipimpin bersama Inggris dan Prancis.

"Pra-penempatan HMS Dragon adalah bagian dari perencanaan bijak untuk memastikan Inggris siap, sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama Inggris dan Prancis, guna mengamankan selat tersebut ketika kondisi memungkinkan," kata juru bicara Kemhan Inggris kepada AFP, Sabtu (9/5).

Rencana misi yang didukung tersebut bertujuan menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Para awak kapal menaiki HMS Dragon selama operasi pengisian amunisi di Fasilitas Pengisian Amunisi Upper Harbour (UHAF) di Pelabuhan Portsmouth, Inggris, (4/3/2026). Foto: Carlos Jasso/REUTERS

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya menyatakan dukungan rencana pengamanan bersama ini untuk memulihkan arus perdagangan di Selat Hormuz.

Namun, keduanya memberi sinyal hanya akan menjalankan misi setelah konflik AS, Israel, dan Iran mereda.

Starmer menegaskan Inggris tidak akan ikut dalam "aksi ofensif" terhadap Iran. Sementara Macron menyebut pembukaan Selat Hormuz harus dilakukan lewat koordinasi dengan Iran.

Dilansir AFP, Kemhan Inggris mengatakan pengerahan HMS Dragon juga bertujuan meningkatkan kepercayaan kapal dagang dan mendukung operasi pembersihan ranjau setelah konflik mereda.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan militer dua hari di London pada April lalu yang dihadiri lebih dari 44 negara. Sekitar 40 negara disebut sepakat ikut serta dalam misi pengamanan navigasi di Hormuz.

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: DIA TV/Shutterstock

Sebelum perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Namun arus pelayaran terganggu setelah Iran memperketat akses di kawasan tersebut dan memicu gejolak pasar global.

AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai respons.

Ketegangan kembali meningkat pada Jumat (8/5) ketika jet tempur AS menembaki dua kapal tanker berbendera Iran yang dituding menantang blokade maritim Washington. Insiden itu memicu serangan balasan dari Iran.

Iran juga mempertanyakan keseriusan diplomasi AS untuk mencapai gencatan senjata di tengah bentrokan laut terbaru di kawasan Teluk.