Inggris Tambah 59.610 Kasus Baru COVID-19 dalam 24 Jam, Tertinggi Sejak Januari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua orang petugas sedang berbincang diluar Rumah Sakit NHS Nightingale North West di Kota Manchester, Inggris (8/4). Foto: REUTERS/Phil Noble
zoom-in-whitePerbesar
Dua orang petugas sedang berbincang diluar Rumah Sakit NHS Nightingale North West di Kota Manchester, Inggris (8/4). Foto: REUTERS/Phil Noble

Penularan COVID-19 di Inggris masih belum terkendali. Sebagai bukti, pada Selasa (14/12) ada tambahan 59.610 kasus baru dalam kurun 24 jam.

Dikutip dari Reuters, Rabu (15/12), jumlah itu merupakan rekor harian tertinggi sejak Januari. Tambahan ini juga merupakan rekor harian yang tertinggi kelima sejak Maret 2021.

Dengan tambahan itu, kini jumlah kasus positif di Inggris mencapai 10.932.545 orang. Sedangkan kasus aktif ada 1.211.372.

Sementara pasien meninggal, ada tambahan 150 orang. Sehingga totalnya menjadi 146.627 orang.

Lebih lanjut, terkait data pasien COVID-19 di rumah sakit, kini mencapai 5.925 orang. Jumlah itu naik 10 persen dibanding 7 hari sebelumnya.

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid. Foto: Toby Melville/REUTERS

Penularan COVID-19 di Inggris melesat dalam sebulan terkahir. Hal itu diperparah dengan munculnya varian Omicron.

Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid, bahkan menyebut varian Omicron akan dominan di Ibu Kota Inggris London.

Javid menuturkan, varian Omicron jauh lebih menular daripada varian Delta. Hal ini berdasarkan data yang ada saat ini.

"Tidak ada varian COVID-19 yang menyebar secepat ini," kata Javid.

Kini total ada 4.500 kasus varian Omicron di Inggris. Lalu ada 1 pasien meninggal akibat varian ini.