Ini Saran Polisi ke Masyarakat Agar tak Jadi Korban Pembobolan Rekening Dormant

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pers rilis kasus pembobolan rekening dormant di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (25/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pers rilis kasus pembobolan rekening dormant di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (25/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Polisi mengimbau kepada masyarakat agar rutin mengecek dan mengawasi rekeningnya agar tak jadi korban pembobolan rekening dormant.

Rekening dormant ialah rekening tabungan yang tidak aktif atau tidak ada aktivitas transaksi dalam kurun waktu tertentu.

"Kami mengimbau agar lebih hati-hati lagi dan senantiasa memantau rekening secara rutin," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf, di Bareskrim Polri pada Kamis (25/9).

Kini, sambung Helfi, pihaknya sedang memburu pelaku lain dalam kasus pembobolan rekening dormant. Dia memastikan penyidikan atas kasus itu akan terus dilanjutkan.

"Kami terus melakukan pengembangan, yang mengagetkan rekening dormant guna pengungkapan secara jelas tindak pidana yang dilakukan," ucap dia.

Tumpukan uang senilai Rp 204 miliar dari para pelaku pembobolan rekening dormant saat ditampilkan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Cabang Bank BNI di Jawa Barat dibobol sindikat rekening dormant. para tersangka terbagi perannya ke dalam tiga kelompok yakni kelompok karyawan bank, pembobol rekening dormant, dan pelaku pencucian uang.

AP menjabat sebagai kepala cabang bank dan berperan untuk memberi akses ke aplikasi core banking system kepada pelaku. Nantinya, akses itu digunakan untuk membobol rekening dormant lalu memindahkannya ke rekening penampung.

Kemudian, pelaku lain dari pihak bank yakni berinisial GRH. Dia menjabat Consumer Relations Manager dan berperan sebagai penghubung antara AP dengan para pelaku jaringan pembobol rekening dormant.

Selanjutnya, pelaku C disebut merupakan aktor utama dalam memindahkan rekening dormant ke rekening penampung. Saat bertemu dengan AP, dia mengaku berasal dari Satgas Perampasan Aset.

Sejumlah pelaku pembobolan rekening dormant saat ditampilkan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Kemudian, pelaku DR mengaku sebagai konsultan hukum. Dia berperan untuk melindungi para pembobol bank. Lalu, pelaku NAT merupakan mantan pegawai bank.

Selanjutnya, pelaku R berperan sebagai mediator yang berperan mencari dan mengenalkan para pembobol bank dengan kepala cabang. Selanjutnya, TT berperan untuk mengelola hasil membobol rekening dormant.

Kelompok yang selanjutnya yakni pelaku pencucian uang yakni DH dan IS. DH berperan membuka blokir lalu memindahkan dana yang terblokir. Sementara, pelaku IS berperan menerima uang hasil membobol rekening dormant dan menyiapkan rekening penampung.