Ini Syarat dari Vladimir Putin Agar Konflik Ukraina dan Rusia Usai
·waktu baca 2 menit

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui kemerdekaan dua kota di Ukraina yaitu Donetsk dan Luhansk. Keputusan itu memicu kecaman dari Barat.
Putin kemudian mengatakan, ketegangan itu dapat mereda. Tetapi, ia menuntut sejumlah syarat. Di antaranya ialah agar Barat mengakui rekonsiliasi penduduk Semenanjung Krimea dengan Rusia.
“Hal pertama yang harus dilakukan setiap orang adalah mengakui keinginan orang-orang yang tinggal di Sevastopol dan di Krimea,” tutur Putin usai pembicaraan dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, sebagaimana dikutip dari Tass.
Tak berhenti di situ, Putin menambahkan permintaan lain dalam daftarnya. Ia mendesak agar Ukraina membatalkan keanggotaan dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Putin juga meminta Barat berhenti memdukung Ukraina dengan tentara, senjata, atau kendaraan militer. Ia mengatakan, demiliterisasi merupakan satu-satunya faktor yang dapat dikontrol secara objektif. Sebab, proses tersebut dapat diawasi.
Selain menerima pasokan militer dari sekutu NATO, Kiev juga tengah membicarakan pemulihan status tenaga nuklirnya. Moskow tidak mengizinkan kemungkinan tersebut karena memunculkan ancaman keamanan.
“Bahkan akuisisi senjata nuklir taktis di Ukraina berarti ancaman strategis bagi kami,” jelas Putin.
Walau menuntut demiliterisasi Ukraina, Rusia sendiri berencana menggulirkan bantuan militer kepada kedua wilayah separatis. Klausul tersebut tertulis dalam perjanjian yang ditandatangani dan diratifikasi.
Kendati demikian, penyebaran pasukan di wilayah Donbass tersebut tak akan diumumkan saat ini. Putin menegaskan, tindakan lebih lanjut akan bergantung pada situasi di lapangan.
Kini, Putin belum dapat memprediksi rincian skenario mendatang. Walau begitu, ia berharap permasalahan dapat dirundingkan oleh Kiev dan pemimpin dari kelompok separatis.
“Tetapi kami berharap, dan saya ingin menggarisbawahi, bahwa semua masalah yang disengketakan akan diselesaikan dalam pembicaraan antara otoritas Kiev saat ini dan kepemimpinan republik ini,” pungkas Putin.
