Investigasi di Wuhan: Corona Ditularkan Kelelawar ke Manusia Lewat Perantara

29 Maret 2021 16:14
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kelelawar Lamotte roundleaf (Hipposideros lamottei).  Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Kelelawar Lamotte roundleaf (Hipposideros lamottei). Foto: Wikimedia Commons
ADVERTISEMENT
Tim pencari fakta asal-usul virus corona SARV-Cov-2 sampai pada kesimpulan. Mereka menyatakan, virus pemicu COVID-19 itu ditularkan dari hewan ke manusia.
ADVERTISEMENT
Tim WHO yang menggelar penelitian di Wuhan, China, menyebut, kelelawar membawa virus itu ke manusia lewat hewan perantara. Tidak disebut hewan apakah itu.
Tim pencari fakta menegaskan, teori virus berasal dari kebocoran lab sama sekali tidak benar.
Seorang pekerja medis yang memakai pakaian pelindung melakukan uji asam nukleat kepada seorang warga di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Foto: REUTERS/Aly Song
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja medis yang memakai pakaian pelindung melakukan uji asam nukleat kepada seorang warga di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Foto: REUTERS/Aly Song
"Hipotesis inang perantara sangat mungkin, sementara teori virus hasil kebocoran lab sangat tidak mungkin," tulis laporan tim investigasi WHO yang salinan laporannya dilihat oleh kantor berita AFP.
Laporan misi internasional ke Wuhan sangat dinantikan publik, sejak tim menyelesaikan investigasi di Wuhan awal 2021 lalu.
Publikasi laporan sempat tertunda. Diduga hal itu terjadi karena masalah koordinasi tim peneliti WHO dengan kolega China.
Awalnya laporan itu akan disampaikan pada 9 Februari 2021, tepat di hari terakhir investigasi.
Suasana Wuhan, China ketika satu tahun virus corona merebak. Foto: Ng Han Guan/AP PHOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Wuhan, China ketika satu tahun virus corona merebak. Foto: Ng Han Guan/AP PHOTO
Namun, dalam konferensi pers usai investigasi rampung, tim WHO dan koleganya dari China belum bisa menemukan kesimpulan pasti.
ADVERTISEMENT
Kantor berita AFP sendiri sudah mendapat laporan kesimpulan pada Senin (29/3/2021). Padahal, laporan tersebut belum secara resmi dirilis.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020