IPB Dampingi Mahasiswi Korban Bentrokan di Simalungun
·waktu baca 2 menit

Feny Siregar, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (KPM IPB), menjadi korban pemukulan atas insiden bentrokan antara PT Toba Pulp Lestari dengan warga di Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Simalungun, pada Senin (22/9).
“Pemukulan saat ia melakukan riset tugas akhir skripsi dengan objek Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut,” kata Rektor IPB Arif Satria dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (25/9).
Arif menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kasus yang menimpa Feny.
“Kami sangat prihatin pada kasus yang menimpa Saudari Feny, yang menjadi korban pemukulan,” ujar Arif.
Arif menyampaikan akan menindaklanjuti peristiwa yang menimpa Feny.
“IPB University akan segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menindaklanjuti kasus tersebut,” ujar Arif.
Arif menyampaikan bahwa ia telah menugaskan Dekan FEMA IPB University, Sofyan Sjaf, untuk berkoordinasi dengan pihak terkait di lokasi kejadian hingga Polda Sumatera Utara untuk mendapatkan bukti-bukti yang sebenarnya.
Arif menegaskan akan memberikan perlindungan kepada Feny Siregar atas tindakan pemukulan yang melibatkan PT Toba Pulp Lestari.
“Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada mahasiswi kami,” kata Arif.
Tanggapan PT Toba Pulp Lestari
Corporate Communication Head PT Toba Pulp Lestari, Salomo Sitohang, mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan kekerasan terhadap mahasiswa maupun masyarakat.
“Perseroan tidak pernah melakukan aksi atau tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap mahasiswa, masyarakat, atau pihak mana pun dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang telah diberikan oleh pemerintah,” kata Salomo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (25/9).
Salomo menyebut PT Toba Pulp Lestari meminta bertemu dengan Arif secara langsung untuk klarifikasi atas insiden yang terjadi.
“Melalui surat ini, Perseroan sekaligus bermaksud meminta untuk dapat bertemu langsung dengan Rektor IPB University guna menjelaskan dan mengklarifikasi hal-hal yang terjadi secara komprehensif, sehingga tidak menyebabkan berlarut-larutnya penyelesaian atau kesalahpahaman,” tutup Salomo.
