Irjen Fadil Tolak Laporan Balik Debt Collector: Dia Berbuat Jahat Kok Dilindungi
ยทwaktu baca 2 menit

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memastikan tak akan menerima laporan balik dari pihak debt collector terkait kasus perampasan kendaraan milik seleb TikTok Clara Shinta.
Fadil memastikan, polisi tidak akan mentolerir kekerasan yang dilakukan para debt collector itu. Apalagi, mereka telah memaki seorang anggota Bhabinkamtibmas.
Enggak ada namanya buat kekerasan mana ada perlindungan. Enggak akan [terima laporan], enggak, ditolak itu.
--Irjen Fadil Imran
Fadil menegaskan, pihak yang melakukan tindak kejahatan tak boleh diberikan perlindungan hukum. Ia meminta agar masyarakat tak salah kaprah soal ini.
"Orang dia buat kejahatan kok malah dilindungi, gimana itu. Jangan dibolak balik cara pikirnya," tutur Fadil.
Sebelumnya, debt collector yang membentak seleb Tiktok Clara Shinta dan anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Evin di sebuah apartemen di Jakarta Selatan sempat mendatangi Polda Metro Jaya, Rabu (23/2). Mereka hendak melaporkan balik Clara.
Kuasa hukum debt collector, Firdaus Oiwobo, mengatakan, setibanya di Polda Metro Jaya pihaknya terkejut ternyata perusahaan leasing yang memakai jasa debt collector telah berdamai dengan Clara tanpa koordinasi dengan mereka.
Firdaus merasa kliennya dijebak dalam kasus itu.
"Saya bilang, sudah ada damai leasing dari PT NSC dan Clara. Jadi korban debt collector atas kongkalikong Clara dan leasing," kata Firdaus kepada kumparan, Kamis (23/2).
Firdaus menuturkan, atas hal itu mereka tidak jadi melapor. Selain itu, pihaknya juga terkejut yang melaporkan debt collector bukanlah Clara, tapi ada pihak lain.
