Irjen Napoleon Pukuli-Lumuri Muhammad Kece dengan Tinja, Apa Motifnya?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte bertanya kepada saksi saat menjalani sidang lanjutannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/12). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte bertanya kepada saksi saat menjalani sidang lanjutannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/12). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Terpidana suap dan penghapusan red notice Irjen Napoleon lewat surat terbukanya, mengaku siap menanggung risiko atas kasus dugaan penganiayaan yang dialami tersangka penista agama Muhammad Kece.

Lalu apa sebenarnya motif Napoleon menganiaya Kece?

Brigjen Pol Andi Rian mengatakan, motif Napoleon menganiaya Muhammad Kece sudah terungkap dalam surat terbukanya.

“Motifnya terang benderang dalam surat terbuka NB (Napoleon),” kata Andi lewat keterangannya, Selasa (21/9).

kumparan post embed

Dalam surat terbuka tersebut, Napoleon menuliskan 5 poin penting. Pada poin kedua Napoleon mengutarakan alasannya memukuli Kece. Dia merasa tersinggung agamanya dihina oleh Kece. Momen Kece yang satu tahanan dengan pun dimanfaatkan Napoleon.

Muhammad Kece diduga dianiaya Irjen Napoleon di Rutan Bareskrim. Foto: Dok. Istimewa

Berikut isi lengkap surat Mantan Kadivhubinter Polri tersebut:

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,

Sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya.

Terkait simpang siurnya tentang penganiayaan terhadap KACE, dapat saya jelaskan sebagai berikut:

1. Alhamdulillah bahwa saya dilahirkan sebagai seorang MUSLIM dan dibesarkan dalam ketaatan agama ISLAM yang RAHMATAN LIL ALAMIN.

2. Siapa pun bisa menghina saya, tapi TIDAK dengan Allah-ku, AL-QURAN, Rasulullah SAW, dan akidah Islamku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya.

3. Selain itu, perbuatan KACE dan beberapa orang tertentu telah SANGAT MEMBAHAYAKAN persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

4. Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini PEMERINTAH belum juga menghapus SEMUA konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beadab itu.

5. Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap KACE.. apa pun risikonya.

Semoga kita semua selalu berada dalam perlindungan ALLAH SWT dan hidup rukun sebagaimana yang ditauladani oleh para pendiri bangsa kita.

Jakarta, September 2021