Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Sekeluarga Tewas di Glamping Temanggung
ยทwaktu baca 2 menit

Keempat jenazah satu keluarga yang tewas saat glamping di Posong, Temanggung, tiba di rumah duka. Kedatangan mereka disambut isak tangis para pelayat.
Jenazah yang dibawa secara beriringan itu yakni ayah Muhamad Ali Munawar (52), ibu Maghfirah (43), anak sulung Bagas Amar Hakiki (21), serta anak bungsu mereka Alvino Evan Hakim (16).
Setelah tiba di rumah duka yang terletak di Desa Kebumen, Kecamatan Banyibiru, Kabupaten Semarang, jenazah langsung disalatkan dan dimakamkan.
Salah satu kerabat para korban, Muhamad Khoerudin (50) mengatakan, keluarga besar menerima kabar duka pada Rabu (27/5) malam. Keempat korban disebut meninggal dunia karena keracunan.
"Saya dapat kabar meninggal tadi malam jam 22.00. Saudara bembusi ke tempat saya. Informasi yang saya dengar katanya keracunan," ujar Khoerudin, Kamis (28/5).
Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari aparat kepolisian terkait penyebab pasti meninggalnya para korban.
"Tapi, untuk menyatakan keracunan atau tidak dari pihak rumah sakit nanti. Ini lagi diautopsi. Nanti pihak RS dan kepolosian yang tahu persis keracunan atau tidak," jelas Khoerudin.
Sementara itu, adik kandung Maghfira, Ashadi (51) mengaku tidak mendapat firasat apapun. Namun sang adik sempat mengatakan akan pergi berwisata.
"Kemarin adik-adik pada main ke tempat saya. Dia enggak ikut, katanya mau jalan-jalan. Tapi enggak bilang mau ke mana," kata Ashadi.
Satu keluarga itu awalnya menginap di tenda glamping di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sejak Selasa 26 Mei 2026.
Namun, keesokan harinya atau pada Rabu (27/5) tidak ada respon padahal waktu sewa habis. Petugas lalu terpaksa membuka pintu pada pukul 15.30 WIB dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku.
Polisi menduga kematian mereka disebabkan karena paparan gas karbon dioksida atau CO2 yang berasal dari gas portable atau gas yang muncul saat mereka aktivitas bakar daging.
