Israel Kini Punya 90 Hulu Ledak Nuklir, Naik 25% Sejak Tahun 2000
·waktu baca 2 menit

Perang Israel-Palestina sudah genap satu bulan usai Hamas melakukan penyerangan terbesarnya kepada Israel pada 7 Oktober 2023 lalu. Perlawanan Hamas ini membuat Israel geram dan terus membombardir wilayah Gaza di Palestina.
Menteri Warisan Budaya Israel, Amihay Eliyahu, bahkan mengeluarkan pernyataan kontroversial. Dia mengusulkan agar Israel menggunakan nuklir menyerang Gaza, Palestina.
Meski begitu, Amerika Serikat yang aktif memberikan bantuan dukungan ke Israel menolak keras usul tersebut. Dilansir Al arabiya News, AS menilai usulan tersebut ebagai retorika kebencian. Saat ini, Amihay Eliyahu sudah diskors dari rapat kabinet.
“Kami terus percaya bahwa penting bagi semua pihak dalam konflik ini untuk menahan diri dari retorika kebencian,” kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Vedant Patel dalam sebuah pengarahan.
Punya 90 Hulu Ledak Nuklir
Israel sendiri memiliki hulu ledak nuklir yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2000, hulu ledak nuklir Israel jumlahnya sebanyak 72. Pada tahun 2023 ini, berdasarkan laporan Federation of American Scientists, total hulu ledak nuklir di Israel sudah meningkat hingga 90.
Jika diurutkan dengan negara-negara yang memiliki jumlah hulu ledak nuklir terbesar di dunia, Israel menempati urutan ke-8 terbesar dengan jumlah 90.
Sementara, Rusia menempati posisi pertama dengan jumlah 5.889 dan disusul Amerika Serikat di posisi ke-2 dengan total 5.244 persediaan. Penggunaan senjata nuklir dalam perang sangat dikecam keras, sebab ledakan hingga radioaktif yang dihasilkan akan memiliki dampak kesehatan yang buruk bagi tubuh manusia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 7 data
Negara di Timur Tengah | Kepemilikan Senjata Nuklir |
|---|---|
Israel | Ya |
Iran | Tidak |
Turki | Tidak |
Arab Saudi | Tidak |
Mesir | Tidak |
Suriah | Tidak |
UAE | Tidak |
Sebagai upaya untuk menciptakan zona bebas senjata pemusnahan massal (The Middle East Weapons of Mass Destruction-Free Zone/WMDFZ) di negara-negara kawasan Timur Tengah yang penuh konflik, terdapat perjanjian NPT atau Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons. Berdasarkan perjanjian tersebut, hanya Israel yang memiliki persediaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.
Bahkan, peneliti senior di Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Tytti Erästö, menyebut negara-negara seperti Iran, Turki, Arab Saudi, Mesir, Suriah, dan UAE telah menyetujui konvensi internasional untuk tidak mempergunakan senjata nuklir. Namun, Israel dilaporkan belum menyetujui hal itu.
Dalam konferensi internasional yang dilakukan Norwegia, Meksiko, dan Austria pada tahun 2013 dan 2014, memaparkan beberapa konsekuensi kemanusiaan saat senjata nuklir diluncurkan, di antaranya, gelombang ledakan hingga radiasi akan menyebabkan kematian dan kehancuran besar-besaran.
Selain itu, dampaknya juga akan memicu pengungsian secara besar-besaran. Kerusakan juga akan berdampak pada infrastruktur, ekonomi tatanan sosial, lingkungan, hingga iklim global, seperti pendinginan atmosfer, musim tanam yang lebih pendek, hingga pengasaman laut.
