Israel Serang Pelabuhan Hodeidah di Yaman

Militer Israel meluncurkan serangan ke pelabuhan Hodeidah di Yaman pada Senin (5/5). Israel menyebut serangan itu merupakan tindakan balas dendam.
Balas dendam yang dimaksud adalah serangan ke bandara utama Israel yaitu Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv pada akhir pekan lalu. Israel menuduh kelompok penguasa Yaman, Houthi, sebagai otak serangan tersebut,
Laporan kantor berita Houthi, Saba, serangan Israel ke pelabuhan Hodeidah menewaskan satu orang. Sebanyak 35 warga lainnya terluka.
Akibat serangan itu Houthi menutup kawasan sekitar pelabuhan dan sejumlah pabrik semen di Hodeidah.
Dua sumber lainnya mengungkap serangan Israel ke Hodeidah menyebabkan 70 persen wilayah pelabuhan rusak. Serangan mengenai dermaga, gudang hingga area bea cukai.
Sedangkan militer Israel mengatakan, serangan itu adalah bentuk respons yang pantas mereka lakukan atas serangan Houthi.
“Serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap serangan berulang yang dilakukan oleh rezim teroris Houthi terhadap Negara Israel di mana rudal permukaan-ke-permukaan dan pesawat tak berawak diluncurkan ke wilayah negara dan warganya,” kata Militer Israel seperti dikutip dari Reuters.
Pejabat Houthi Abdul Qader al-Mortada memastikan, pihaknya tidak akan tinggal diam setelah Hodeidah diserang. Ia bahkan berjanji respons yang akan diterima Israel tidak akan pernah terjadi atau terbayang sebelumnya.
Houthi kembali menyerang Israel setelah gencatan senjata di Gaza ditangguhkan. Houthi mendukung perjuangan Hamas yang menguasai Gaza.
Sejak Israel membombardir Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, Houthi kerap menyerang kapal Israel yang melintas di Laut Merah. Houthi menyebut tindakan itu sebagai solidaritas terhadap perjuangan Hamas di Gaza.
