Israel Siap Gencatan Senjata Baru untuk Pembebasan Sandera di Jalur Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Israel Isaac Herzog. Foto: Ronen Zvulun/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Israel Isaac Herzog. Foto: Ronen Zvulun/REUTERS

Israel siap menyepakati gencatan senjata atau jeda kemanusiaan baru untuk pembebasan lebih banyak sandera dan bantuan masuk ke Jalur Gaza. Namun, tanggung jawab sepenuhnya agar kesepakatan tersebut dapat diimplementasikan berada di tangan pemimpin Hamas.

Dikutip dari Anadolu Agency, komentar ini disampaikan Presiden Israel Isaac Herzog, saat menghadiri pertemuan dengan para duta besar dari 80 negara pada Selasa (19/12).

"Saya dapat menegaskan kembali fakta bahwa Israel siap untuk jeda kemanusiaan dan bantuan kemanusiaan tambahan untuk memungkinkan pembebasan para sandera," kata Herzog.

"Tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan [pemimpin Hamas di Gaza Yahya] Sinwar dan pimpinan Hamas," tambahnya.

Adapun Yahya Sinwar merupakan salah satu buronan nomor buncit Israeli Defense Forces (IDF) yang menjadi arsitek di balik serangan bersejarah Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu.

Pejuang Palestina berpelukan dengan sandera yang dibebaskan dari Gaza pada hari keenam gencatan senjata, Rabu (29/11/2023) (dok Brigade Al-Qassam) Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, Hamas dan Israel berhasil menyepakati gencatan senjata berkat mediator Qatar pada November lalu. Selama seminggu, sekitar 84 sandera warga Israel dan 24 sandera warga asing dibebaskan oleh Hamas dalam momen yang penuh haru.

Sebaliknya, sebanyak 240 warga Palestina — termasuk 71 wanita dan 169 anak di bawah umur dibebaskan dari berbagai penjara di Israel.

Menegaskan kembali dalihnya menggempur Jalur Gaza tanpa henti, Herzog mengatakan Israel tidak sedang memerangi rakyat Palestina, tetapi sedang memerangi musuhnya, Hamas.

Hingga berita ini dirilis, pihak Hamas belum memberikan tanggapan atas pernyataan Herzog. Namun, komentar Herzog muncul di saat serangan Israel menewaskan sedikitnya 19.667 rakyat Palestina di Jalur Gaza — sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 52.586 lainnya sejak 7 Oktober lalu.

kumparan post embed