Isu Tewasnya Selvi Jadi Polemik, Keluarga Minta Polisi Jujur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selvi Amalia Nuraeni, mahasiswi Universitas Suryakancana Cianjur, tewas setelah tertabrak mobil rombongan pejabat teras Polri. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Selvi Amalia Nuraeni, mahasiswi Universitas Suryakancana Cianjur, tewas setelah tertabrak mobil rombongan pejabat teras Polri. Foto: Dok. Istimewa

Keluarga almarhumah Selvi Amalia Nuraeni (19 tahun), mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Suryakancana Cianjur yang tewas akibat tabrak lari iring-iringan mobil pejabat Polri, meminta polisi jujur dalam mengungkap kasus kecelakaan itu.

"Kami ingin mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya, jelas duduk perkaranya, jelas pelakunya. Tak perlu ada yang ditutup-tutupi. Bagi kami siapa pun pelakunya, mau jajaran (kepolisian) atau bukan, jalankan saja hukum seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya," kata Eva Fatimah (36), bibi Selvi, kepada wartawan, Rabu (1/2).

Eva mengatakan keluarga sudah ikhlas dan menganggap insiden tersebut sebagai takdir.

kumparan post embed

Selvi Dikenal Rajin, Punya Kembaran

Meskipun hanya sebagai bibi, Eva merasa sangat kehilangan karena Selvi sangat dekat dengannya.

"Almarhumah satu tahun terakhir tinggal di rumah saya. Dia anaknya rajin dan mandiri, tidak mau menyusahkan orang lain. Meskipun di rumah ada asisten rumah tangga (ART), dia tetap mengerjakan pekerjaan cuci baju, setrika, beres-beres kamar dan yang lainnya sendiri, tidak mau dibantu," ujar Eva.

Eva Fatimah, bibi dari Selvi Amalia Nuraeni. Foto: kumparan

Selvi merupakan anak kembar. Selvi tinggal di rumah Eva, sementara Selva, saudari kembarnya, tinggal di rumah orang tuanya di Ciranjang. Selvi baru masuk kuliah di Fakultas Hukum Unsur, sementara Selva di Fakultas Teknik universitas yang sama.

Eva mengaku tak ada firasat apa pun atas kepergian keponakannya itu. Namun, sebelum kepergiannya, menurut Eva, ada kejadian di luar kebiasaannya. Dia meminta kepada ART untuk mencucikan dua potong bajunya yang berwarna putih karena kotor terkena noda.

"Tak biasanya Selvi meminta bantuan ART mencuci baju, padahal biasanya dia selalu mencuci pakaian sendiri, tak pernah mau meminta bantuan orang lain," tutur Eva.

Saat kejadian kecelakaan, Eva mengaku sedang berada di kebun. Dia tidak diberi tahu bahwa keponakannya sudah meninggal dunia. Dia hanya diberi tahu bahwa Selvi mengalami kecelakaan dan saat itu sudah dibawa ke RSUD Sayang Cianjur.

"Saya berangkat bersama ibu kandung almarhum menuju ke rumah sakit. Kakak saya yang lain hanya memberi tahu bahwa Selvi mengalami kecelakaan. Setelah tiba di rumah sakit baru tahu bahwa Selvi sudah meninggal dunia. Saat itu saya sangat terpukul," kata Eva.