ITB Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa pada Jusuf Kalla

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla. Foto: FOTO/Akbar Nugroho Gumay
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla. Foto: FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Sidang Terbuka Penganugerahan Doktor Kehormatan atau Honoris Causa (HC) kepada M Jusuf Kalla, Senin (13/1).

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia itu dianugerahi Doktor Kehormatan (HC) atas inovasi yang telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, institusi sektor publik, dan pemerintahan.

Ketua Tim Promotor, Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc, menyampaikan, ITB memiliki kebijakan pemberian gelar Doktor Kehormatan dengan tujuan mendorong masyarakat dan bangsa berprestasi dalam memberikan sumbangan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla dalam diskusi publik di Hotel Ambhara, Jakarta, Selasa (3/12). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Menurut Abdul Hakim, gelar Doktor Kehormatan ini diberikan kepada seseorang yang memiliki karya nyata. Karya itu harus mengandung nilai inovatif, pemikiran atau penelitian dan pengembangan konsep-konsep yang orisinal.

Kemudian, terbukti bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat, perkembangan kebudayaan bangsa dan kemanusiaan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan seni.

“Berdasarkan karya-karya inovatif, rekam jejak, dan kearifan serta ketentuan penerima gelar Doktor Kehormatan yang tercantum dalam SK Senat Akademik ITB nomor 43/ SK/K01-SA/2003, Tim Promotor berkesimpulan, dengan penuh keyakinan bahwa M Jusuf Kalla sangat layak untuk mendapat gelar Doktor Kehormatan dari ITB dalam bidang produktivitas,” jelasnya dalam laporan pertanggungjawaban Tim Promotor ITB.

Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jumat (18/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Adapun tim promotor yang memberikan Gelar Kehormatan kepada Jusuf Kalla adalah:

  1. Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc (FTI – ITB), Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng (FTI – ITB)

  2. Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (FTI – ITB), Prof. Ir. Bermawi P. Iskandar, M.Sc, Ph.D (FTI – ITB)

  3. Prof, Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph.D. (FTI – ITB), Prof. Dr. Mohamad Ikhsan, SE, MA (FEB – Universitas Indonesia).

Pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada Jusuf Kalla merupakan ke-14 kalinya yang diberikan ITB kepada para tokoh.

Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pada kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menyampaikan orasi ilmiah bertema 'Mendorong Produktivitas, Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa'. Jusuf Kalla ingin generasi bangsa selalu berinovasi dalam membantu pembangunan bangsa.

“Pada kesempatan ini saya ingin berpesan kepada sivitas akademika ITB agar jangan pernah berhenti melakukan dan menebar inovasi. Anda semua adalah generasi terbaik bangsa. Anda adalah lokomotif kemajuan di mana bangsa ini berharap peran besar ITB sebagai inisiator dan motor peningkatan produktivitas,” pesan Jusuf Kalla dalam pidato sambutannya.

Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, mengatakan,penganugerahan Doktor Kehormatan kepada Jusuf Kalla ini memiliki arti yang sangat besar.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi memberi tanggapan mengenai kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Menurutnya, ITB berkesempatan memberikan gelar kehormatan kepada putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan kehidupannya bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

“Saya berharap agar penganugerahan gelar Doktor Kehormatan kepada Doktor (HC) M. Jusuf Kalla ini menjadi awal dari gerakan nasional produktivitas dalam rangka menyongsong bonus demografi,” ujarnya.

kumparan post embed