ITB Deklarasi: Khawatir Kemunduran Demokrasi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kampus ITB. Dok: ardiwebs/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kampus ITB. Dok: ardiwebs/Shutterstock

Komunitas Guru Besar dan Dosen ITB Peduli Demokrasi Berintegritas membuat deklarasi akademik "Mencegah Kemunduran Demokrasi", di kampus ITB, Bandung, pada Senin (5/2).

Yasraf Amir Piliang, Guru Besar di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, menyatakan deklarasi ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kecintaan kepada negara dan bangsa.

"Serta berdasarkan akal budi dan mata hati yang kritis dan logis," kata Yasraf saat menjelaskan latar belakang deklarasi.

Yasraf Amir Piliang, Guru Besar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Dok: ITB

Deklarasi ITB

Berikut adalah isi lengkap Deklarasi ITB:

  1. Mendukung pilpres yang jujur, adil, dan damai, serta menjunjung hak asasi setiap pemilih.

  2. Mendukung pemimpin sebagai negarawan serta menjadi teladan dalam menegakkan aturan hukum dan etika publik untuk membangun demokrasi yang berkualitas.

  3. Mendukung pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk mencapai tujuan mewujudkan negara republik Indonesia sebagai negara hukum, yang menjunjung tinggi asas-asas ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

  4. Mendukung pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk menjunjung sikap netral dan non-partisan dalam proses demokrasi, yang berada di atas semua kelompok dan golongan.

  5. Mendorong para pemimpin bangsa untuk berperan sebagai penengah dalam masyarakat yang terpolarisasi saat ini, dengan mengayomi semua kelompok dan golongan yang berbeda, untuk menghindari keterbelahan masyarakat yang mengancam kesatuan bangsa.

  6. Mendorong pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk mendahulukan kepentingan negara-bangsa yang lebih besar di atas kepentingan kelompok dalam setiap tindakannya, dengan semangat kebersamaan, kerja sama, dilandasi asas keadilan dan inklusivitas.

  7. Mendorong pemimpin dan pihak pihak yang terlibat menjalankan sikap adil dan berpihak kepada semua dalam proses demokrasi, dengan memberikan fasilitas dan perlakuan yang sama bagi setiap kontestan pilpres, untuk menjaga pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

  8. Mendorong pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk ' mendahulukan pembangunan fondasi kepemimpinan bangsa yang kuat secara terstruktur dan sistematis untuk mempersiapkan pemimpin masa depan, yang memiliki integritas, rasa keadilan, prestasi, serta kinerja tinggi, untuk membawa kepada kemajuan bangsa.

  9. Mendorong pemimpin meningkatkan kualitas institusi pendidikan dan sumber dayanya dengan memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam secara optimal dan berkelanjutan dengan prioritas menggunakan sumberdaya dan teknologi dalam negeri.

Disiarkan secara Live

Deklarasi ITB itu dibacakan Nedina Sari, dosen FSRD ITB, dan disiarkan secara live di media sosial.

Rektor ITB Reini D. Wirahadikusuma disebut telah mempersilakan kegiatan komunitas ini, pembacaan deklarasi ini, bahkan dengan menggunakan fasilitas ITB.

Nedina Sari, Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Dok: ITB