Jacob Zuma Kembali Disidang, Rusuh Besar di Afsel Dikhawatirkan Terjadi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma Foto: Reuters/Siphiwe Sibeko
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma Foto: Reuters/Siphiwe Sibeko

Eks Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, disebut akan menghadiri sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan senjata secara virtual pada Senin (19/7) waktu setempat.

Persidangan ini akan berlangsung pada pagi hari di Pengadilan Tinggi Pietermaritzburg, Provinsi KwaZulu-Natal, Afsel.

Kasus dugaan korupsi ini dimulai pada 1999. Zuma dituduh menerima suap dari perusahaan asal Prancis, Thales, untuk memastikan Afsel menandatangani pembelian senjata senilai 2 miliar USD, atau setara dengan Rp 29,1 triliun. Saat itu, Zuma tengah menjabat sebagai wakil dari presiden Thabo Mbeki.

Ia didakwa atas tuduhan korupsi, pemerasan, penipuan, penghindaran pajak, dan pencucian uang. Zuma dan pihak perusahaan Thales mengaku tidak bersalah.

kumparan post embed
Para pengunjuk rasa yang memegang tongkat berbaris di jalan-jalan protes pemenjaraan mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, di Johannesburg, Afrika Selatan. Foto: Sumaya Hisham/REUTERS

Persidangan Zuma ini dikhawatirkan akan kembali memicu kerusuhan yang sudah mulai mereda di sejumlah tempat.

Seperti diketahui, kericuhan yang belakangan ini terjadi di Afsel disebabkan oleh para pendukung Zuma yang tidak terima sang mantan Presiden dipenjara.

Zuma menyerahkan dirinya untuk menjalani masa hukuman 15 bulan penjara akibat menolak hadir pada pemeriksaan kasus korupsi yang menimpanya selama ia menjabat sebagai presiden pada 2009-2018.

Protes yang berlangsung di Provinsi KwaZulu-Natal oleh para pendukung Zuma sempat berlanjut menjadi kerusuhan yang merenggut nyawa hingga lebih dari 200 orang. Pertokoan dan kantor dijarah, dihancurkan, dan dibakar oleh massa.

kumparan post embed