Jadi Buron Nomor 1, Taufik Si Profesor Bom Murid Dr Azahari Akhirnya Dibekuk

26 November 2020 13:26 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Densus 88 Foto: MN Kanwa/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Densus 88 Foto: MN Kanwa/ANTARA
ADVERTISEMENT
Densus 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah di kawasan Seputih Banyak, Lampung Tengah. Diduga, rumah tersebut merupakan kediaman Taufik Bulaga alias Upik Lawanga si profesor bom.
ADVERTISEMENT
Informasi yang diperoleh kumparan, Taufik Bulaga akhirnya dibekuk Densus 88 saat penggeledahan sekaligus penyergapan pada Rabu (25/11).
Taufik Bulaga diketahui merupakan seorang pimpinan jaringan teroris, sekaligus ahli perakit bom. Dia selama ini masuk dalam jajaran buron kasus terorisme nomor 1 alias paling diburu.
Menurut informasi yang dihimpun, Taufik merupakan teroris yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak beberapa tahun lalu.
Ia juga disebut sebagai murid kesayangan Dr Azahari, teroris asal Malaysia, otak di balik Bom Bali 2002, Bom JW Marriott tahun 2003, dan Bom Bali 2005. Dr Azahari telah ditembak mati di Batu, Malang, Jawa Timur, tahun 2005 silam.
Taufik sendiri diduga kuat berada di balik bom bunuh diri yang dilakukan Ahmad Yosepa Hayat di Gereja GBIS Kepunton, Solo, Jawa Tengah, 25 September 2011 lalu.
ADVERTISEMENT
Ia juga merupakan tersangka kasus pengeboman Pasar Tentena tahun 2005, pembunuhan tiga siswi, dan pembunuhan pendeta saat kerusuhan agama di Loki, Ambon.
Sayangnya Mabes Polri belum mau berkomentar soal penangkapan ini. kumparan sudah menghubungi Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono untuk mengkonfirmasi penangkapan ini. Namun hingga berita ini diturunkan, Awi belum memberikan penjelasan.
kumparan mencoba menghubungi Polda Lampung. Setali tiga uang Polda Lampung tak mau berkomentar dan meminta menghubungi Mabes Polri atau Densus 88.
Namun setelah didesak Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pandra Arsyad mengakui memang ada penggeledahan yang dilakukan Densus 88 di kawasan itu.
"Memang benar kemarin dilakukan oleh Tim Densus 88,” jelas Pandra, Kamis (26/11).
Tapi dia tak bisa memastikan apakah ada penangkapan dalam peristiwa itu. Dia meminta agar menanyakan ke Mabes Polri.
Ilustrasi Teroris Foto: Shutter Stock