Jaga Produksi Migas, Menteri ESDM Saksikan Alih Kelola Pembangkit di Blok Rokan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyaksikan penandatanganan perjanjian jual beli saham antara PT PLN (Persero) dengan Chevron Standard Limited. Foto: Kementerian ESDM
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyaksikan penandatanganan perjanjian jual beli saham antara PT PLN (Persero) dengan Chevron Standard Limited. Foto: Kementerian ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyaksikan penandatanganan secara virtual perjanjian jual beli saham atau share sale and purchase agreement (SPA) antara PT PLN (Persero) dengan Chevron Standard Limited (CSL), pada Selasa (6/7).

Penandatangan ini diharapkan mampu menjaga keandalan listrik di Blok Rokan, Riau.

"Melalui akuisisi ini, PLN harus memastikan jaminan pasokan listrik bagi Blok Rokan, sehingga Pertamina mampu menjaga keberlanjutan produksi 25 persen minyak nasional. Oleh karena itu, pembangkit listrik harus andal dengan biaya yang lebih efisien, sehingga dapat memberikan manfaat yang jauh lebih baik bagi bangsa dan negara," kata Arifin dalam arahannya secara virtual di Jakarta.

kumparan post embed

CSL merupakan pemegang saham mayoritas PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang merupakan operator pembangkit listrik dan uap untuk Blok Rokan.

Apalagi blok ini telah menjadi salah satu blok migas strategis yang kini dikelola Pertamina Hulu Rokan dengan kebutuhan listrik sebesar 400 Mega Watt (MW) dan uap sebesar 335.000 ribu barel steam per hari.

Penandatanganan perjanjian jual beli saham antara PT PLN (Persero) dengan Chevron Standard Limited. Foto: Kementerian ESDM

Sistem kelistrikan yang dikelola PLN, sambung Arifin, diharapkan mampu memberikan jaminan pasokan listrik dan uap sehingga membantu Pertamina Hulu Rokan menjaga keberlangsungan produksi migas.

"Sinergi PLN dan Pertamina akan menjadikan kinerja yang lebih ekonomis dan efisien dalam mendukung pengembangan sumber-sumber minyak dengan skala keekonomian yang lebih baik," harapnya.

kumparan post embed

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, menyatakan akuisisi saham MCTN merupakan pembuktian atas komitmen PLN dalam menjaga kesinambungan suplai listrik Blok Rokan baik di saat masa peralihan ataupun jangka panjang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada CSL atas kerja sama yang baik dan untuk kelistrikan yang baik di WK Rokan selama dikelola oleh Chevron Pacific Indonesia," ujar Zulkifli.

Pengelolaan Blok Rokan mulai 9 Agustus 2021 akan beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Selama ini, pasokan listrik dan uap Blok Rokan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) North Duri Cogen berkapasitas 300 Megawatt (MW) yang sebelumnya dimiliki oleh MCTN, anak usaha dari CSL.