Jakarta Lewati Puncak Kasus, BPBD DKI Berharap Omicron Melandai Bulan Depan
·waktu baca 2 menit

Jakarta diperkirakan sudah melewati puncak penambahan kasus omicron. Dengan kondisi ini, Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Aji berharap, dalam 2 minggu sampai 1 bulan ke depan kasus sudah turun drastis.
“Kita harapkan dalam 2 minggu atau 1 bulan terakhir omicron bisa langsung melandai,” kata Isnawa dalam rapat koordinasi bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/2).
Isnawa sangat optimistis omicron cepat berlalu. Sebab, keterisian rumah sakit cenderung lebih rendah dibanding varian Delta menyerang.
“Kasus Omicron ini tingkat kematian dan BOR (bed occupation rate) nya kecil,” jelas Isnawa.
Per Senin (14/2), BOR untuk isolasi berada di angka 59 persen, sedangkan ICU 46 persen.
Adapun rincian untuk BOR isolasi saat ini terdapat 3.964 tempat tidur terisi dari 6.697 tempat yang tersedia. Sedangkan untuk ICU, saat ini terisi 402 tempat tidur dari 875 tempat yang tersedia.
Isnawa berharap, dengan melandainya kasus COVID-19, PPKM Jakarta bisa kembali ke level yang lebih rendah.
“Sehingga PPKM level 3 nya bisa diturunkan lagi pak ke level yang lebih nyaman lagi,” pungkas Isnawa.
Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kasus varian Omicron di DKI Jakarta mulai menunjukkan penurunan dan tanda-tanda melewati puncaknya.
"Tren kasus di DKI Jakarta menunjukkan tanda-tanda mulai melewati puncaknya (Omicron). Baik kasus harian, kasus aktif, maupun rawat inap, tunjukkan penurunan," kata Luhut dalam konpers PPKM di YouTube Setpres, Senin (14/2).
