Jakmania soal Kematian Haringga: Semoga Jadi yang Terakhir

Pihak The Jakmania menyesalkan insiden pengeroyokan suporter Persija, Haringga Sirla (23) oleh oknum Bobotoh --sebutan suporter Persib. Menurut Sekretaris Umum The Jakmania, Dicky Soemano, balas dendam tak akan menyelesaikan masalah. Pihaknya hanya menginginkan keadilan lewat jalur hukum atas insiden ini.
“Amarah itu pasti ada, tapi itu semua tidak akan menyelesaikan persoalan. Tersangkanya lebih dari 5 orang, kita menuntut keadilan itu sudah cukup sebenarnya selama ini (lewat upaya hukum),” ujar Dicky ketika ditemui kumparan di Sekretariat Pusat The Jakmania, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Dicky berharap agar insiden ini menjadi tangis dan kesedihan terakhir bagi orang tua yang memiliki anak seorang suporter Persija. Menurutnya, tidak ada orang tua yang ingin anaknya meninggal karena mendukung klub sepak bola.
“Semoga ini menjadi tangis terakhir orang tua, karena mana ada orang tua yang senang anaknya meninggal karena sepak bola,” jelas Dicky.
Dicky menjelaskan, pihaknya turut membantu kepulangan jenazah Haringga dari Bandung ke kampung halamannya di Indramayu untuk dimakamkan. Menurutnya, hal itu adalah bentuk solidaritas dan penghormatan Jakmania kepada almarhum Haringga.
“Kalau ini lebih kepada respect dari teman-teman sih, maksudnya lebih ke tindakan seperti apa yang ingin kita lakukan ke almarhum, seperti mengurus jenazahnya bawa dari Bandung lalu kita bawa ke kampung halamannya, Indramayu, untuk proses pemakaman," terangnya.

Selain itu, Dicky juga berharap agar pihak PT Liga Indonesia Baru mengambil sikap tegas terkait larangan bagi para suporter klub sepak bola untuk tak melontarkan ujaran kebencian dan provokatif kepada suporter lainnya. Sebab, hal ini dapat memancing emosi suporter menjadi anarkis.
“Aturan sih sebenarnya, hentikan nyanyian rasis, fokus ke klub masing-masing, hentikan ujaran kebencian, seperti baju bertuliskan kalimat provokatif, dari spanduk, segala macam, baju tulisan 'Jakanjing; dan sebagainya, itu kan jadi hal yang enggak bagus juga," harapnya.

Dicky memahami insiden ini terjadi karena bentuk fanatisme yang tinggi dari setiap suporter terhadap klub sepak bola. Fanatisme semacam ini, kata Dicky, tak hanya terjadi pada Persija dan Persib, namun terjadi pada semua klub di Indonesia.
“Ini hanya masalah fanatisme belaka, tak hanya Persija - Persib, semua suporter klub lain di Indonesia mengalami hal semacam ini,” pungkas Dicky.
Haringga tewas setelah dikeroyok oleh massa yang menggunakan atribut pendukung Persib saat laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Minggu (23/9).
Hingga saat ini, polisi telah mengamankan 16 orang, 8 di antarannya ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Budiman (41), Goni Abdulrahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), SMR (17), DFA (16), dan Joko Susilo (31).
