Jalan Gubeng Amblas, RS Siloam Akui Hanya sebagai Penyewa Gedung

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi RS Siloam. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi RS Siloam. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

PT Siloam International Hospitals yang menaungi RS Siloam Surabaya menyampaikan keprihatiannya atas insiden amblasnya Jalan Raya Gubeng yang tak jauh dari area pembangunan basement rumah sakit tersebut.

General Affair Manager RS Siloam Surabaya, Budijanto Surjowinoto, mengungkapkan bahwa Siloam hanya berperan sebagai penyewa bangunan rumah sakit dan bukanlah pemiliknya. Sementara pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut adalah PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE).

"Dalam pembangunan rumah sakit tersebut Siloam hanya sebagai pengguna atau penyewa kalau bangunan sudah jadi. Besar harapan kami musibah tersebut dapat cepat selesai," ujar Budijanto dalam keterangan resminya, Rabu (19/12).

Budijanto mengatakan, seluruh pembangunan rumah sakit sudah diserahkan kepada kontraktor PT NKE dan menjadi tanggung jawab mereka sepenuhnya.

Petugas di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Instagram/@dishubsurabaya)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Instagram/@dishubsurabaya)

Sementara itu, Direktur Operasional PT NKE Budi Susilo menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait insiden amblasnya Jalan Raya Gubeng. Budi menyebut peristiwa ini perlu diperiksa secara menyeluruh, baik dari perencanaan proyek hingga pengerjaannya.

Maka dari itu, PT NKE juga mendatangkan tim ahli dari Jakarta, termasuk dari pemerintah dan ahli geologi untuk memeriksa penyebab amblasnya jalan.

"Semua aspek itu harus dilihat secara menyeluruh, agar mengetahui di mana letak kesalahannya," ucap Budi.

Foto dari udara kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
zoom-in-whitePerbesar
Foto dari udara kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

"Tim dari Jakarta akan memeriksa semua. Kan kalau dilihat ada yang agak masuk, agak sedikit. Nah, ada penanganan yang perlu dari geologi," imbuhnya.

Budi menuturkan pada awalnya kontraktor berniat langsung memperbaiki jalan yang amblas agar dapat segera dilewati lagi. Namun, perbaikan tidak diperbolehkan agar tidak semakin memperparah kerusakan yang akan dijadikan barang bukti penyelidikan.

Saat ini, seluruh pihak terkait masih berada di lapangan untuk memastikan penanganan Jalan Raya Gubeng yang amblas berjalan dengan lancar. Termasuk juga jalan tersebut masih disterilkan untuk kepentingan penyelidikan.