Jalur Pantura Demak Hari Ini Masih Banjir, Kendaraan Banyak yang Mogok

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi banjir di Jalan Kaligawe (Jalan Pantura Semarang - Demak), di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jumat (24/10/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi banjir di Jalan Kaligawe (Jalan Pantura Semarang - Demak), di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jumat (24/10/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Banjir masih menggenangi Jalur Pantura Semarang-Demak tepatnya di Kecamatan Genuk Kota Semarang. Hingga Jumat (24/10) pagi jalur utama penghubung antar kota ini masih lumpuh.

Tak hanya di Jalur Pantura, Jalan Kaligawe Raya di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, masih terendam banjir. Jalan itu terhubung langsung dengan jalur Pantura.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB banyak kendaraan besar dan kecil yang mogok karena banjir. Polri dan TNI berjibaku membantu warga yang kendaraannya mogok. Petugas juga membantu mengevakuasi warga, nakes dan pasien yang hendak ke RSI Sultan Agung.

Sejumlah warga bergotong royong mendorong sebuah truk yang mogok seusai menembus genangan banjir jalur utama pantura Semarang-Surabaya, Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan, ketinggian banjir di Jalan Kaligawe atau Jalan Pantura Semarang-Demak masih berkisar di angka 60 hingga 70 centimeter. Terparah berada di depan RSI Sultan Agung.

"Kami informasikan untuk genangan air saat ini kurang lebih sekitar 60 sampai 70 yang terdalam di sana bisa 70 cm," ujar Rismanto, Jumat (24/10).

Sejumlah kendaraan bermotor melaju perlahan melewati banjir di jalur utama pantura Semarang-Surabaya, Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Ia menyebut banyak kendaraan yang mengalami mogok akibat terendam air. Saat ini pihaknya masih melakukan evakuasi agar macet tidak bertambah parah.

"Banyak kendaraan yang mengalami mogok. Saat ini kami berusaha mengevakuasi agar bisa mengalir untuk kendaraan-kendaraan berat dari arah Semarang-Demak maupun Demak-Semarang," kata Rismanto.