Jazilul: PBNU Mau Nyerobot PKB, Itu Pantang bagi Ulama!

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jazilul Fawaid, Anggota DPR RI di Gedung KPK, Rabu (13/2). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jazilul Fawaid, Anggota DPR RI di Gedung KPK, Rabu (13/2). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Waketum PKB Jazilul Fawaid buka suara soal perseteruan antara PBNU dan PKB yang kian memanas. Jazilul menilai sikap PBNU yang membentuk tim khusus untuk "merebut" PKB tidak beretika.

“Jadi disayangkan organisasi yang di situ membawa didasari keulamaan, ternyata tidak menunjukkan etika keulamaan,” kata Jazilul saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/7).

“Mau nyerobot, mau ambil alih, mau ngambil sesuatu yang bukan haknya, itu pantang bagi ulama,” sambungnya.

Ketua umum PBNU Gus Yahya dan sekjen PBNU Gus Ipul di Pleno PBNU 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Minggu (28/7/2024). Foto: Abid Raihan/kumparan

Jazilul mengatakan bahwa saat ini PKB sendiri tidak goyah dengan isu-isu yang beredar. Justru saat ini PKB, menurutnya Jazilul, sedang solid-solidnya.

“Bahwa PKB hari ini sedang solid-solidnya. Seluruh jajaran akan menolak siapa pun yang mencoba mengintervensi, mengambil alih, atau melanggar konstitusi,” katanya.

kumparan post embed

Jazilul kemudian juga menjelaskan, meskipun PBNU dan PKB beririsan, namun secara aturan kelembagaan keduanya berbeda.

Sehingga, jika pun PBNU akhirnya membuat tim khusus ataupun Pansus PKB tentunya hal ini tidak berlandaskan ketentuan hukum.

“PKB bekerja berdasarkan undang-undang nomor 2 tahun 2011 tentang partai politik. Bagaimana ormas keagamaan, ormas kemasyarakatan itu mau mengevaluasi partai politik?” jelasnya.

instagram embed