Jemaah di Masjidil Haram Makin Padat, Lantai Rooftop Dibuka untuk Jemaah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Masjidil Haram saat bulan Ramadhan dari ketinggian 1.000 meter. Foto: gph.gov.sa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Masjidil Haram saat bulan Ramadhan dari ketinggian 1.000 meter. Foto: gph.gov.sa

Masjidil Haram, situs suci nomor satu bagi umat Islam yang berada di Makkah, Arab Saudi, semakin padat pada pekan kedua bulan Ramadhan.

Akibatnya, Syeikh Abdurrahman bin Abdulaziz Al-Sudais yang memimpin Presidensi Urusan Dua Masjid Suci memutuskan membuka lantai atap atau rooftop untuk jemaah.

Syeikh Al-Sudais dalam pernyataan yang dikutip dari situs Presidensi, Sabtu (16/4) mengatakan, pembukaan lantai atap bertujuan memanfaatkan kapasitas penuh Masjidil Haram dan memberikan layanan yang baik bagi jemaah.

Syeikh Abdurrahman As-Sudais berpidato sebelum memimpin salat Tarawih perdana di Masjidil Haram, Jumat (1/4/2022). Foto: gph.gov.sa

Dengan demikian, jemaah bisa melakukan ibadah dengan mudah dan nyaman di lingkungan yang sehat dan aman.

Masjidil Haram yang mampu menampung 4 juta jemaah beroperasi dengan kapasitas penuh pada bulan Ramadhan 1443 H/2022 M ini. Kebijakan atas perintah Raja Salman ini diambil menyusul telah menurunnya pandemi COVID-19. Pembatasan yang semula diterapkan pun telah dicabut.

X post embed

Pencabutan pembatasan membuat jemaah berbondong-bondong beribadah ke Baitullah. Dalam 10 hari pertama bulan Ramadhan saja, jumlah jemaah yang umrah mencapai 2 juta orang, termasuk jemaah dari Indonesia.

Itu baru jemaah umrah, belum lagi jemaah salat yang jumlahnya berlipat-lipat. Suasana di Masjidil Haram sudah seperti masa sebelum pandemi. Mataf, tempat Tawaf di sekeling Ka'bah, sangat padat.

Suasana buka puasa hari pertama Ramadhan di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Sabtu (2/4/2022). Foto: wmn.gov.sa

Peningkatan jemaah juga terjadi di Masjid Nabawi, 400 km dari Masjidil Haram. Pada 10 hari pertama Ramadhan, Masjid Nabi itu menerima 6.398.502 peziarah dan jemaah. Lantai rooftop jauh hari juga telah dibuka untuk menampung membeludaknya jemaah.