Jemaah Haji Diimbau Kenali Atribut Petugas, Jangan Percaya Orang Asing

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Masjid Nabawi saat melakukan ibadah Arbain. Foto: Media Center Haji/Darmawan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Masjid Nabawi saat melakukan ibadah Arbain. Foto: Media Center Haji/Darmawan

Jemaah haji Indonesia diminta terus waspada karena kejahatan bisa terjadi di mana saja. Jangan mudah percaya kepada orang asing, minta bantuan hanya kepada petugas jika terjadi masalah.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, mengatakan, sosialisasi telah dilakukan kepada jemaah soal pengamanan diri. Pasalnya menurut Jauhari, hampir setiap tahun kasus pencurian dan penipuan terhadap jemaah terjadi di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

"Jangan merasa ini di tanah suci tidak ada praktik kejahatan. Yang namanya kejahatan itu di manapun ada, termasuk di Nabawi dan Masjidil Haram. Apalagi di tengah kerumunan orang, potensi itu selalu ada," kata Jauhari ketika ditemui di kantor Daker Madinah, Kamis (11/7).

Jamaah calon Haji Indonesia Sukinah Djokarto D, 93 tahun, di masjid Nabawi, Madinah,Ahad (7/7). Foto: Darmawan/Media Center Haji

Jauhari mengimbau jemaah untuk tidak percaya kepada orang yang belum dikenal. Jika menemui masalah, jemaah harus menghubungi petugas haji yang memiliki ciri-ciri khusus.

"Petugas dibekali dengan seragam, baju, rompi, topi, dan ID card. ID card ini harus selalu melekat di petugas," ujar Jauhari.

"Kalau ada orang yang memakai pakaian seragam tapi tidak pakai atribut perlu diwaspadai," kata Jauhari.

Petugas haji mengimbau jemaah Indonesia menggunakan masker di Masjid Nabawi, Madinah Foto: Denny Armandhanu

Jemaah juga diimbau selalu melakukan aktivitas di luar hotel bersama rombongannya, jangan sendirian. Pasalnya jika sendirian dan kelihatan bingung karena tidak familiar dengan kondisi Masjid Nabawi, maka potensi menjadi sasaran kejahatan akan semakin besar.

"Sehingga kita mendapatkan laporan jemaah dijambret, ada yang mendapatkan tawaran jasa titip barang berharga, tapi setelah 1-2 jam orang itu sudah tidak ada," ujar Jauhari.

Jemaah Haji Indonesia saat minum air zam-zam di sela-sela ibadah Arbain di Masjid Nabawi. Foto: Media Center Haji/Darmawan

Jemaah juga jangan membawa uang dalam jumlah banyak ketika keluar hotel. Perhiasan juga sebaiknya ditinggal saja di kamar.

Jika terjadi masalah, kata Jauhari, "jemaah lapor ke sektor, kita akan kaji prosesnya seperti apa dan langkah-langkah pengamanan seperti apa," lanjut Jauhari.

Petugas haji melayani jemaah Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Foto: Denny Armandhanu