Jemaah Haji Lakban Botol Zamzam Lalu Masukkan ke Koper, Ujungnya Dibongkar Juga
·waktu baca 3 menit

Tumpukan botol minum berisi air zamzam yang dibawa jemaah haji di dalam koper dibongkar petugas maskapai. Sebelum dibawa ke bandara, koper jemaah haji harus diperiksa dulu di tempat kargo.
Saat koper melewati mesin X-ray, petugas melihat ada tumpukan botol yang mencurigakan. Koper-koper itu lalu ditandai untuk dibuka. Saat dibuka, isinya air zamzam di dalam botol yang dilapisi lakban. Botol itu lalu dikeluarkan dan koper dirapikan lagi.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengingatkan kepada jemaah haji yang akan pulang ke Tanah Air untuk tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, mengakui ada jemaah haji yang melapisi air zamzam dengan lakban atau lainnya dengan harapan lolos dan tidak diketahui. Ia menegaskan upaya tersebut bakal sia-sia, karena mesin pemindai X-Ray dengan mudah mengenali cairan dalam koper.
"Jika ditemukan air zamzam, maka koper bagasi akan dibongkar paksa untuk dikeluarkan. Alhasil, tidak jarang resleting koper dapat rusak," kata Fauzin di Makkah, Senin (16/6).
Jemaah Haji Dapat Jatah 5 Liter Air Zamzam
Jemaah haji akan memperoleh 5 liter air zamzam yang dibagikan saat tiba di asrama haji. Sehingga, jemaah tidak perlu membawa air zamzam dari Arab Saudi. Apalagi, dengan cara menutupinya dengan lakban dan ditaruh dalam koper.
Fauzin meminta jemaah haji agar mematuhi aturan ini demi keamanan dan kenyamanan jemaah haji.
"Setiap jemaah sudah mendapatkan jatah 5 liter air zamzam yang bisa diambil di asrama haji. Jemaah tidak perlu repot membawanya dari Arab Saudi," tegas Fauzin.
Selain itu, Fauzin juga mengingatkan kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak membawa payung dan kabel rol ke dalam kabin saat kepulangan ke Tanah Air. Lebih baik, benda-benda itu yang dimasukkan ke dalam koper bagasi.
"Larangan ini mengacu pada ketentuan keselamatan penerbangan internasional serta peraturan maskapai. Barang-barang tersebut dikategorikan sebagai barang yang dapat mengganggu keselamatan atau kenyamanan penerbangan," jelas Fauzin.
Selain dua barang tersebut, jemaah haji tidak boleh membawa benda tajam, cairan lebih dari 100 ml, serta barang-barang yang mudah meledak atau terbakar ke dalam kabin.
Larangan ini bukan semata aturan formalitas, tetapi merupakan bagian dari prosedur keamanan internasional demi keselamatan bersama.
"Jika ditemukan membawa barang terlarang saat pemeriksaan akhir, jemaah akan diminta untuk mengeluarkannya, bahkan tidak menutup kemungkinan barang tersebut disita petugas bandara," tutur Fauzin.
Fauzin berharap jemaah haji dapat mematuhi segala ketentuan yang telah ditetapkan agar bisa kembali ke Tanah Air dengan nyaman, tanpa hambatan di pintu pemeriksaan keamanan bandara.
