Jenazah Jannatun Cintya Dewi Dipulangkan ke Sidoarjo Rabu Malam

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapus Inafis Brigjen Pol Hudi Suryanto di RS Polri, Kramat Jati, Rabu (31/10/2018). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kapus Inafis Brigjen Pol Hudi Suryanto di RS Polri, Kramat Jati, Rabu (31/10/2018). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Jannatun Cintya Dewi (24) merupakan korban pertama jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang berhasil teridentifikasi tim dokter RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Hasil identifikasi korban juga telah disampaikan kepada pihak keluarga.

Jannatun akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke kampung asalnya di Sidoarjo, Jawa Timur. Pihak maskapai Lion Air bertanggung jawab untuk pemulangan korban hingga sampai di Sidoarjo.

"Kita sudah identifikasi, sebelum kita rilis kita sudah serahkan ke keluarga. Sudah kita infokan proses penyerahan jenazah sudah kita laksanakan. Yang mengurus kepulangan dari maskapai (Lion Air). Malam ini akan diberangkatkan ke Sidoarjo," ujar Kapusdokkes Polri Brigjen Pol Arthur Tampi di RS Polri Kramat Jati, Rabu (31/10).

Kapus Inafis Brigjen Pol Hudi Suryanto menambahkan, korban berhasil teridentifikasi berdasarkan sidik jari korban yang masih cukup baik. Ada 5 jari tangan kanan korban yang bisa dijadikan bahan pembanding sehingga memudahkan proses identifikasi.

Jannatun Cintya Dewi, korban Lion Air yang sudah teridentifikasi (Foto: Marissa Krestianti/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jannatun Cintya Dewi, korban Lion Air yang sudah teridentifikasi (Foto: Marissa Krestianti/kumparan)

"Di dalamnya ditemukan di antara bagian tubuh, ditemukan tangan kanan dengan lima jari lengkap masih utuh. Kemudian menyambung ke tubuh dada bagian atas perut itu. Jadi satu bagian yang tak terpisah akan," ujar Hudi.

Potongan tubuh korban yang ditemukan bisa langsung diidentifikasi oleh tim dokter RS Polri, karena memiliki 13 titik sidik jadi yang sama dengan data rekaman e-KTP.

"Di jenazah ini kami temukan 13 titik kesamaan, kami yakini ini identitas yang bersangkutan," ucap dia.

Untuk memastikan hasil identifikasinya, Arthur mengatakan, tim medis membandingkan temuannya dengan hasil tes DNA yang berasal dari foto dan pakaian korban. Pihak keluarga Jannatun juga sudah membenarkan jenazah tersebut merupakan anggota keluarganya.

"Sudah kita tunjukan ke keluarga dan keluarga mengakui betul jenazah yang bernama Jannatun Cintya Dewi merupakan anaknya," pungkas Athur.