Jenderal Dudung Temui Pasukan Khusus Pencari Pilot Susi Air yang Disandera KKB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Dudung Abdurachman, memberikan keterangan pers pada Rapim TNI AD 2023 di Mabes AD, Jakarta, Jumat (10/2). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Dudung Abdurachman, memberikan keterangan pers pada Rapim TNI AD 2023 di Mabes AD, Jakarta, Jumat (10/2). Foto: Thomas Bosco/kumparan

KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman bertolak menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (10/2) sore.

Ia akan menemui dan melepas pasukan khusus yang akan menyelamatkan pilot Susi Air yang disandera KKB Papua.

"Saya akan ke Halim, akan melihat pasukan yang akan berangkat ke Papua, saya akan berikan moril kepada mereka agar melaksanakan tugas dengan baik," kata Dudung usai menghadiri rapat pimpinan TNI AD di Mabes TNI AD, Jakarta.

Selain itu, Dudung meminta agar pasukan yang akan diberangkatkan itu juga menjaga masyarakat sekitar dari ancaman dan intimidasi KKB.

kumparan post embed

Hanya saja terkait pasukan yang akan diberangkatkan oleh TNI AD untuk menyelamatkan pilot Susi Air, Dudung tidak bersedia memberikan penjelasan.

Termasuk apakah dari Kopassus atau Kostrad. Begitu juga dengan jumlah mereka.

"Itu rahasia," kata Dudung.

"Pendekatan tetap humanis, tetapi yang bisa menjawab ini Mabes TNI, saya kan cuma mengirim (pasukan). Tapi yang menggunakan adalah Mabes TNI," kata Dudung.

Susi Air di Lapangan Terbang Wangbe, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua. Foto: Dok. Puspen TNI

Pesawat Susi Air yang dibakar KKB di Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa (7/2).

Pesawat itu dipiloti Captain Philip Merthens. Namun keberadaan Captain Philip hingga saat ini belum diketahui.