Jet Tempur Siluman China Mulai Beroperasi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pesawat China J20. (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat China J20. (Foto: Flickr)

Militer China mulai mengerahkan jet tempur siluman J-20 untuk beroperasi bersama armada Angkatan Laut. Jet siluman ini diharap menjadi saingan berat alat tempur serupa milik Amerika Serikat.

Diberitakan Reuters yang dikutip kumparan.com, pengoperasian J-20 diumumkan oleh stasiun televisi militer China pada Kamis (9/3). Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai pengumuman tersebut.

J-20 pertama kali diperlihatkan ke publik pada pameran dirgantara di Zhuhai November tahun lalu. Kemampuan tidak terdeteksi radar J-20 akan menyaingi F-22 Raptor dan F-35 milik Amerika Serikat.

Pesawat China J20. (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat China J20. (Foto: Flickr)

China saat ini tengah mengembangkan jet siluman generasi baru, yaitu J-31 yang dipamerkan pada pameran dirgantara Zhuhai pada 2014 di hadapan Presiden AS kala itu, Barack Obama.

J-31 diharapkan dapat bersaing dengan F-35 dalam pertempuran di udara dan pasar penjualan senjata internasional.

China saat ini memang tengah memodernisasi persenjataan mereka, terutama armada angkatan laut. Sebelumnya China telah menurunkan kapal induk pertama mereka, Liaoning, yang dibentuk dari rangka kapal perang Uni Soviet.

Kapal Liaoning milik China. (Foto: AP)
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Liaoning milik China. (Foto: AP)

Saat ini China tengah mengembangkan kapal induk kedua yang sepenuhnya dibangun di dalam negeri. Para ahli memperkirakan kapal induk ini akan melaut sekitar tahun 2010.

China tahun ini meningkatkan anggaran pertahanan hingga 7 persen menjadi sekitar 151,12 miliar dolar AS.

Pemerintah Beijing menegaskan sekali lagi bahwa persenjataan mereka bukan untuk mengancam negara lain, namun untuk pertahanan dan perekonomian. Pernyataan ini disampaikan karena banyak yang ketar-ketir dengan perkembangan militer China, terutama negara-negara yang terlibat sengketa Laut China Selatan.