JK: Agama dan Politik Tak Bisa Dipisah 100 Persen

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Foto: Puspa Perwitasari/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Foto: Puspa Perwitasari/Antara)

Kondisi politik tanah air sempat memanas saat pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta. Saking panasnya, Presiden Joko Widodo sempat mengingatkan bahwa politik dan agama harus dipisahkan dalam praktik politik di Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai politik dan agama tidak bisa sepenuhnya dipisahkan. Menurut dia, politik pasti menerima pengaruh dari pihak eksternal, termasuk agama dan ras.

"Jadi tidak bisa dipisahkan 100 persen. Bahwa dalam politik itu ada pengaruh-pengaruh luar. Apakah itu soal ideologi politik, soal agama, apakah itu soal ras, selalu ada pengaruh juga bagi yang berpolitik itu," kata JK di kantor Wakil Presiden, Selasa (2/5).

"Politik itu tak bisa dipisahkan dia dari mana, agamanya apa. Orang berpolitik ya orang mengambil keputusan pasti ada pengaruhnya," tuturnya.

Menurut JK, politik pasti selalu membawa pengaruh-pengaruh dari luar khususnya dalam mewujudkan kepentingan serta tujuan yang hendak dicapai.

"Dia akan terpengaruh dari efek-efek luar. Selalu begitu, di dunia manapun. Tidak bisa dipisah 100 persen," jelasnya.

Selain agama, JK menilai faktor ras juga tak bisa dipisahkan dari politik. Ia mencontohkan di Amerika Serikat, butuh waktu 175 tahun bagi seorang Katolik untuk menjadi Presiden. Dan dibutuhkan 240 tahun bagi orang Amerika-Afrika untuk menjadi seorang Presiden.

Sama saja dengan di Indonesia. Menurut dia, masih dibutuhkan beberapa puluh tahun bagi orang di luar Jawa untuk menjadi Presiden.

"Sama saja di Indonesia. Butuh berapa puluh tahun katakanlah orang luar Jawa jadi Presiden. Ini bukan soal apa-apa karena mayoritas pemilih di sini sama dengan di Amerika juga. 240 tahun orang hitam bisa jadi Presiden, yang dibilang 'mbahnya' demokrasi," ujarnya.

"Jadi saling berpengaruh secara tidak langsung dan langsung. Itu menurut saya biasa," lanjutnya.

Baca juga:

Zulkifli Hasan: Politik dan Agama Harus Seiring Sejalan

Jokowi Minta Persoalan Politik dan Agama Dipisahkan

Kebangkitan Islam Politik Masih Belum Kuat