Kebangkitan Islam Politik Masih Belum Kuat

Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu, meminta ada pemisahan antara urusan keagamaan dengan politik. Khususnya, saat kampanye pemilihan kepala daerah.
Pernyataan Jokowi mungkin karena melihat isu agama selama masa kampanye Pilgub DKI Jakarta. Belum lagi berbagai aksi bela Islam yang menghimpun massa dalam jumlah besar.
Hasilnya, Gubernur DKI Jakarta petahan Basuki Tjahaja Purmana alias Ahok kalah dalam pemilihan. Banyak pendapat yang menyatakan, hal ini menunjukan kebangkitan peran kelompok Islam dalam politik.
Baca juga : Jokowi Minta Persoalan Politik dan Agama Dipisahkan

Namun, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, punya pendapat berbeda mengenai hal tersebut.
Menurut Adi, saat ini tidak ada bukti nyata yang bisa menggambarkan kebangkitan dalam perpolitikan nasional. "Partai politik Islam saja masih belum konsolidasi," kata dia di Jakarta, Selasa (5/2).
Anggapan kemenangan Anies dalam Pilgub DKI Jakarta karena kebangkitan Islam dalam perpolitikan, dia sebut sebagai bentuk generalisasi fenomena. Anies dan Sandi tidak hanya didukung kelompok Islam saja. Ada kelompok non-Muslim yang ikut mendukung, dan partai nasionalis seperti Gerindra.
"Partai Perindo yang dipimpin Hary Tanoe juga mendukung Anies," kata Adi.
Baca juga : Sohibul Iman: Kemenangan Anies Bukti Islam dan Politik Tak Terpisahkan

Kekalahan Ahok juga didorong kelompok-kelompok yang tidak suka dengan cara Ahok memimpin. Mereka adalah orang-orang yang tergusur dan orang-orang yang tidak senang dengan cara Ahok berkomunikasi.
Walau kekalahan Ahok, dipengaruhi juga karena sentimen keagamaan, namun, sentimen itu tidak cukup kuat sampai menjadi suatu yang bisa menjadi entitas tersendiri di level perpolitikan nasional.
Bahkan rangkaian aksi bela Islam yang berkali-kali berlangsung, dalam pendapat Adi, tidak bisa dianggap sebagai gerakan politik. Massa yang terus sesak setiap aksi itu berlangsung, dinilai karena Ahok menyinggung umat Islam karena ucapannya soal Al Maidah.
"Andai Ahok tidak singgung Al Maidah tidak akan (ada aksi) seperti itu," sebutnya.
Wacana Islam mulai bangkit dalam perpolitikan nasional, bisa jadi muncul karena mungkin dari orang-orang yang khawatir Islam bisa menjadi aktor politik signifikan.
Baca juga : Jangan Pisahkan Politik dan Agama
