JK Jelaskan Zonasi PPDB: Jangan Semua yang Pintar Terkonsentrasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presien Jusuf Kalla. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presien Jusuf Kalla. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan alasan pemerintah menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi. JK mengatakan zonasi diterapkan agar kualitas pendidikan antara satu sekolah dengan sekolah lain sama rata.

Dengan kata lain, JK mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk pemerataan kualitas sekolah satu dengan yang lainnya.

"Jaraknya (antara rumah dan sekolah) mungkin akan jauh, tapi semua ingin masuk sekolah favorit, agak susah juga (masuk sekolah favorit) tidak mungkin diterima juga. Jadi supaya ada pemerataan, maka jangan anak-anak punya nilai tinggi hanya terkonsentrasi," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (25/6).

JK menyebut, salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak, yakni dengan menyamaratakan kualitas pendidikan satu sekolah dengan sekolah lain. Ia menegaskan tidak boleh ada yang pintar di satu sekolah saja.

"Untuk meningkatkan mutu itu anak-anak harus (mendapat pendidikan) berkualitas baik. (Pendidikan) juga di sekitarnya baik. Jangan hanya semuanya pintar terkonsentrasi," jelas JK.

Meski PPDB zonasi sudah diterapkan selama 3 tahun, masih terdapat permasalahan dan menuai protes dari warga. Panjangnya antrean pendaftaran untuk mengambil token dan sistem PPDB yang eror banyak dikeluhkan orang tua dan siswa. KPAI yang mendukung sistem zonasi berpendapat, keluhan yang muncul akibat kurangnya sosialisasi.

embed from external kumparan