JK Perkirakan Pandemi COVID-19 di RI Baru Berakhir pada 2022

kumparanNEWSverified-green

Ilustrasi virus corona. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona. Foto: kumparan

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan perkiraannya terkait dengan kapan Indonesia pulih dari pandemi COVID-19 di Indonesia. Kapan itu?

"Kalau ditanya kapan kira-kira pandemi COVID-19 ini selesai, maka saya perkirakan di Indonesia baru bisa selesai pada 2022,kata JK dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/11).

Kata JK, vaksinasi adalah kunci untuk mengakhiri pandemi. Menruut standar WHO, minimal 70 persen populasi Indonesia harus divaksin untuk menciptakan herd immunity.

"Karena yang bisa menyelesaikan ini hanya vaksin, dan tes klinis vaksin itu baru bisa keluar antara Januari–Februari 2021 dan mulai produksi pada Maret," lanjutnya.

Menurut JK, negara produsen vaksin seperti China, Inggris dan Amerika Serikat pasti akan mengutamakan kebutuhan dalam negerinya. Sebelum mengirimkannya ke negara lain, termasuk Indonesia.

"Setelah itu baru kita bisa dapat. Kira-kira nanti vaksinasi bertahap dalam negeri mulai antara Mei dan Juni (2021)," ungkap JK.

"Kalau kita melakukan vaskinasi secara besar-besaran, yang artinya 1 juta orang divaksin per-hari maka itu akan membutuhkan waktu 1 tahun,” lanjut dia.

Sepeda Brompton milik PMI DKI Jakarta yang akan dilelang pada Selasa (11/8) ditanda tangani Jusuf Kalla. Foto: PMI

Di sisi lain, JK menambahkan untuk melakukan vaksinasi kepada satu juta warga/hari bukanlah pekerjaan mudah. Mengingat untuk melakukan pemeriksaan COVID-19 kemampuan Indonesia hingga saat ini maksimum hanya 30 ribu spesimen/hari.

"Saya perkirakan vaksinasi massal yang rencananya dilakukan pada pertengahan 2021 hanya bisa diberikan kepada 500 ribu jiwa setiap harinya," tambahnya.

Di sisi lain, JK pun menginstruksikan kepada seluruh relawan PMI sebelum vaksin tersedia, untuk saat ini agar lebih intensif dalam melakukan penyemprotan disinfektan atau disinfeksi untuk memutus mata rantai penyebaran atau minimalnya bisa menekan jumlah warga yang tertular COVID-19.

Selain itu,demi mendukung upaya pemerintah dalam melakukan vaksinasi kepada masyarakat, PMI telah menyiapkan 230 Unit Donor Darah yang tersebar di berbagai Indonesia.

Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock