JK: Selama Merdeka Ada 15 Kali Konflik, 10 di Antaranya Akibat Ketidakadilan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Dewan Penasihat BPP Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Jusuf Kalla memberikan sambutan saat membuka Rapat Kerja Nasional dan pelantikan pengurus HIPKA periode 2023-2028 di Jakarta, Selasa (8/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Penasihat BPP Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Jusuf Kalla memberikan sambutan saat membuka Rapat Kerja Nasional dan pelantikan pengurus HIPKA periode 2023-2028 di Jakarta, Selasa (8/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyebut ada 15 kali konflik yang terjadi sejak Indonesia meraih kemerdekaannya.

Menurut JK, dari belasan konflik yang terjadi, 10 di antaranya lantaran ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat.

"Selama kita merdeka, ada 15 kali konflik. 10 konflik itu karena ketidakadilan," ujar JK dalam acara Milad PKS di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5).

Dia mengambil contoh pemberontakan yang terjadi di Aceh. Menurutnya, konflik tersebut terjadi bukan karena rakyat Aceh yang ingin mendirikan negara syariah, namun masalah ekonomi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DPP DMI) Muhammad Jusuf Kalla. Foto: DMI

"Permesta berontak bukan karena ingin merdeka, tapi kenapa, (karena) daerah kurang diperhatikan," beber JK.

"Ambon, Poso bukan konflik agama awalnya, konflik keadilan," imbuh dia.

Sehingga, JK menilai masalah keadilan menjadi hal yang terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Keadilan adalah pondasi penting di hidup kita," tutupnya.