JK soal Jokowi Minta Dikritik: Bagaimana Caranya Tanpa Dipanggil Polisi?

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
111
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/8). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/8). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang meminta masyarakat lebih aktif dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

JK -demikian disapa- mengatakan, pernyataan Jokowi tersebut berbeda dengan realita di masyarakat yang justru mempertanyakan.

Menurut JK, banyak masyarakat yang resah dan bertanya-tanya, bagaimana cara mengkritik pemerintah tanpa berujung panggilan polisi.

"Sistem kita demokrasi memang hak mayoritas, tapi menjaga kepentingan minoritas, harus balancing, check and balance, ada kritik dalam pelaksanaannya," ujar JK dalam diskusi virtual yang digelar Fraksi PKS DPR RI bertajuk 'Menjaga NKRI Mengokohkan Demokrasi' pada Jumat (12/2) malam.

Jusuf Kalla. Foto: Dok. Istimewa

"Beberapa hari lalu Bapak Presiden mengatakan silakan kritik pemerintah, tentu banyak pertanyaan, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi? seperti yang dikeluhkan Pak Kwik, ini bagian dari upaya kita semua," lanjutnya.

Kwik yang dimaksud JK yakni mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin). Dalam salah satu cuitannya di Twitter, Kwik mengeluhkan adanya serangan dari buzzer jika mengkritik pemerintah. Bahkan ia tak pernah takut seperti saat ini dalam mengemukakan pendapat.

JK menambahkan, PKS sebagai partai oposisi harus menjaga keseimbangan demokrasi dengan tetap melontarkan kritik terhadap pemerintah.

Presiden Jokowi menerima buku memori jabatan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

"PKS sebagai partai yang berdiri dalam barisan oposisi tentu punya kewajiban untuk melaksanakan kritik itu, agar terjadi kontrol kepada pemerintahan. Tanpa kontrol pemerintahan, demokrasi tidak berjalan," ucapnya.

"Contoh pada orde lama dan orde baru, demokrasi tidak berjalan dengan baik sehingga ekonomi menjadi sulit, dan lain-lain. Karena itu, kita harus tetap menjaga kepentingan masyarakat. Rakyat juga harus melihat pelaksanaan demokrasi yang baik agar hak-hak terjaga dan manfaatnya juga.” tutupnya.

kumparan post embed