JK soal Kans Anies-Cak Imin: Sambutan Luar Biasa, Massa Real Tanpa Amplop

Dalam sejumlah survei duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) selalu tertinggal dari Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto. Di survei terakhir Litbang Kompas Agustus lalu misalnya, Anies di urutan ketiga dengan elektabilitas 19,2 persen.
Anies dan Cak Imin beberapa kali menyampaikan tetap optimistis bisa menang di Pilpres 2024. Kata keduanya, mesin politik masih terus bekerja.
Hal yang sama ternyata diungkap politikus senior sekaligus eks Wapres RI Jusuf Kalla. JK menilai peluang Anies dan Cak Imin masih terbuka.
"Pasti ada kansnya," kata JK singkat dalam talkshow Info A1 kumparan dikutip Jumat (13/10).
JK pun menguraikan analisisnya. Salah satunya soal kekuatan massa di luar Jawa.
"Pertama, kita lebih di luar Jawa. Kalau Anies dan Cak Imin datang, luar biasa semuanya. Pasar, terakhir di Malang, luar biasa. Di mana-mana, ke Sumatera luar biasa," ungkap dia.
Bila JK menyebut luar Jawa, mungkin maksudnya Makassar bukan Malang. Terakhir Anies dan Cak Imin sebenarnya mendapatkan sambutan luar biasa saat ke Makassar 25 September lalu. Saat itu lautan massa menyambut keduanya dengan antusias.
"Kalau itu tercermin daripada, lihat realnya. Dan saya selalu bilang begini, 'Kalau Anda melihat pengumpulan banyak orang waktu kampanye, selalu saya pertanyakan, banyak bus enggak?" jelas dia.
"Kalau enggak ada bus, nah itu real itu," sambungnya.
Ia menambahkan, bila bus banyak, artinya massanya tak real. JK pun menganggap itu sebagai kekuatan yang bisa diperbesar.
"Kalau banyak bus, itu mobilisasi artinya, dan itu pasti dengan amplop sehingga orang mau naik bus. Saya tanya di Makassar, 'Ada bus enggak?' 'Ndak ada Pak, yang ada masjid subuh itu penuh'."
Analisis Peta Politik di Jatim
Menurut JK, kekuatan Cak Imin dan PKB di Jatim juga bisa dimanfaatkan. Meski menurut survei Poltracking terbaru, Anies-Cak Imin juga urutan ketiga di Jatim dibandingkan dengan Ganjar dan Prabowo.
"Lah iya, pertama Cak Imin orang Jawa Timur. Sama dengan orang Sulawesi Selatan, jangan tanya orang Sulawesi Selatan kalau pun siapa pun ke sini, kalau saya ikut tuh pasti saya. Kedua dia PKB. PKB kan walaupun banyak yang mengatakan, 'Wah itu tidak NU', ya yang didirikan oleh jelas-jelas orang NU semuanya, Gus Dur itu," ungkap dia.
"Cak Imin juga anu, dalam berbicara itu kan gaya NU-nya bagus. Ada humor, NU kan kalau bicara itu gayanya humor, harus humor. Ya mungkin tidak bisa lakukan oleh Anies," jelas JK.
Ia menambahkan, di sisi lain, Anies juga berusaha untuk mendekat ke kiai di Jatim. Seperti minta doa untuk dijalankan di 2024.
"Tapi Anies juga ketemu para banyak ulama-ulama, kiai-kiai, ini doa, walaupun kiai itu siapa pun yang datang didoain kan, jadi tidak boleh banyak mengatakan kasak-kusuk. Siapa pun yang datang kiai itu pasti didoain," tutup JK.
