JK soal Pertemuan dengan Prabowo: Bicara Keadaan dan Kebijakan Negara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla disambut Mensesneg Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat hadir untuk bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla disambut Mensesneg Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat hadir untuk bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Wapres ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, menjadi salah satu yang diundang Presiden Prabowo Subianto ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (3/3) malam. Saat ditemui di Masjid Kampus UGM, pada Kamis (5/3), JK mengungkap isi pertemuan tersebut.

"Ya (bicara) bagaimana keadaan negara, dijelaskan bagaimana kebijakan keadaan negara," kata JK.

Terkait sikap Indonesia terhadap perang Iran, JK berharap simpati diberikan ke Iran.

"Ya, itu tentu, tentu kita mengharapkan beliau untuk memberikan simpatilah kepada Iran," katanya.

Diakui JK mendamaikan perang seperti ini tidak mudah. Meski begitu ia menilai Indonesia tetap bisa berperan untuk menciptakan kedamaian.

"Saya kira tentu niat baik, bagus. Tapi kalau mendamaikan dalam perang begini tidak mudah. Justru yang harus diberikan, dikunjungi Trump, karena dia menyerang," katanya.

"Bagaimana mempergunakan Board of Peace itu menjadi perdamaian. Jadi pemerintah Indonesia sebaiknya minta agar dipergunakan Board of Peace itu untuk kedamaian," pungkasnya.

Presiden Prabowo Subianto mengundang presiden dan wakil presiden terdahulu serta sejumlah mantan Menlu di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Sebelumnya Prabowo secara khusus mengundang presiden dan wapres terdahulu ke Istana, Selasa (5/3). Tampak hadir Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Jokowi. Juga para wapres terdahulu, yakni Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma'ruf Amin.

Selain itu, para ketum parpol parlemen juga hadir. Ada Puan mewakili PDIP, Ketum Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Ketua Harian Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Lalu, ada Ketum PKB yang juga Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Presiden PKS Almuzammil Yusuf, Ketum PAN yang juga Menko Pangan Zulkifli Hasan, dan Ketum Partai Demokrat yang juga Menko Infrawil Agus Harimurti Yudhoyono.

Hadir pula para menteri luar negeri terdahulu, seperti Hasan Wirayuda dan Alwi Shihab. Juga sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menjelaskan bagaimana kondisi geopolitik dunia setelah perang Iran vs Israel-AS pecah. Prabowo juga mendengar masukan terkait kesiapan Indonesia dalam menghadapi segala dampak yang timbul akibat perang ini, terutama dari sisi ekonomi.