JK Ungkap Rencana Usai Pensiun: Kembali Geluti Industri Otomotif

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat hadiri pameran GIIAS 2019 di ICE, BSD, Kamis (18/7). Foto: Dok. Setwapres
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat hadiri pameran GIIAS 2019 di ICE, BSD, Kamis (18/7). Foto: Dok. Setwapres

Wakil Presiden Jusuf Kalla akan meletakkan jabatannya sebagai wakil presiden. Mulai 20 Oktober 2019, jabatan wakil presiden akan diserahkan kepada Ma'ruf Amin.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, JK sudah menyiapkan sejumlah rencana. Salah satunya adalah kembali menggeluti industri otomotif

"Sebagai pribadi, saya gembira 3 bulan lagi saya sudah akan meletakkan jabatan, berarti kembali ke dunia yang lama termasuk mengamati industri kendaraan ini," kata JK saat membuka pameran GIIAS di ICE, BSD, Kamis (18/7).

"Atau mungkin ikut serta bagaimana mendukung industri mobil ini berkembang, sebagaimana pengalaman masa lalu sampai sekarang ini," ujarnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberi sambutan dipembukaan GIIAS 2019 di ICE, BSD, Kamis (18/7). Foto: Dok. Setwapres

Dunia otomotif memang bukan hal asing bagi JK. Sebelum terjun ke politik, JK membesarkan Kalla Group yang menaungi bisnis JK dan keluarganya. Salah satu bisnis Kalla Group adalah bidang otomotif lewat Kalla Toyota (PT Hadji Kalla), Makassar Raya Motor, Kalla Kia, dan Kalla Transport.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, JK sudah mengungkapkan rencana kegiatannya setelah tidak lagi menjadi pejabat negara. Dia pernah mengatakan ingin menghabiskan waktunya bersama cucu dan keluarganya.

Selain itu, setelah berkunjung ke rumah Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), JK pernah menyatakan tetap ingin terlibat dalam perkembangan Indonesia. Bersama SBY, JK ingin memberikan saran untuk pemerintahan selanjutnya.

"(Kami) tidak bicara politik, kita ini nanti beliau sudah lebih siap, saya juga pensiun, kita mau berkolaborasi terus menerus, bagaimana memberi pandangan-pandangan, saran (untuk) pemerintah dan masyarakat," kata JK usai pertemuan dengan SBY di Cikeas, Bogor, Rabu (26/6).