JNE Klaim Beras yang Dikubur di Depok Miliknya: Bukan Beras Bansos

3 Agustus 2022 12:13
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Warga menunjukkan penemuan beras diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022).  Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga menunjukkan penemuan beras diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Kuasa hukum JNE, Anthony Joni, mengeklaim beras yang ditemukan terkubur di Depok, Jawa Barat, bukan beras bansos atau banpres. Menurut dia beras itu milik kliennya.
ADVERTISEMENT
"Beras yang hari ini saudara lihat dikubur, itu bukan beras bansos, itu adalah beras milik JNE. Kenapa dikubur? Karena beras itu sudah rusak," kata Anthony saat meninjau lokasi penemuan beras tersebut, Rabu (3/8).
Anthony menjelaskan memang awalnya beras itu diambil dari gudang Bulog untuk dibagikan ke masyarakat sebagai bansos. Namun di perjalanan beras rusak karena terkena hujan.
"Sehingga itu biasalah, basah, ada berjamur, itu sudah tidak layak konsumsi," kata Anthony.
"Tidak mungkin beras rusak kita salurkan kepada masyarakat. Tidak mungkin beras rusak kita kasih kepada penerima manfaat," tambahnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Maka itu, pihak JNE, kata Anthony, mengganti beras rusak tersebut dengan yang baru. Beras baru itulah yang kemudian dibagikan ke penerima manfaat.
ADVERTISEMENT
"Transporter kami bertanggung jawab, kita ganti semua beras yang rusak. Ada nggak penerima manfaat yang komplain? Sampai hari ini tidak ada. Kita sudah ganti semua. Jadi tidak ada kerugian sedikit pun," ungkap Anthony.
Beras yang diambil dari gudang Bulog terdapat stiker penanda untuk dibagikan sebagai bansos . Beras yang rusak telah dipindahkan ke gudang dan diganti baru serta diberikan stiker.
“Jadi ini barang yang sama tapi bukan beras Bansos, jadi intinya hak masyarakat tidak berkurang sama sekali,” ucap Anthony.
Anthony menuturkan, telah menyiapkan penjelasan secara detail termasuk siapa dan pelapor akan dibuka sejelasnya. Pihaknya memastikan penggantian hanya berupa beras dan terdokumentasi dengan baik.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020