Joe Biden Dukung Kamala Harris Jadi Presiden AS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Wakil Presiden Joe Biden berbicara dengan Senator Kamala Harris setelah selesainya debat presiden Partai Demokrat AS 2020 di Houston, Texas, AS, (12/9/2019). Foto: Mike Blake/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Wakil Presiden Joe Biden berbicara dengan Senator Kamala Harris setelah selesainya debat presiden Partai Demokrat AS 2020 di Houston, Texas, AS, (12/9/2019). Foto: Mike Blake/Reuters

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendukung Wapres Kamala Harris untuk menjadi presiden selanjutnya. Itu terwujud jika Biden memutuskan mundur dari pencalonan.

Biden menyebut, Harris punya karier menawan sebelum jadi Wapres AS. Harris pernah menjadi senator dan jaksa di negeri Paman Sam.

Dia juga memuji aksi Harris yang kerap mengadvokasi isu reproduksi perempuan selama bertahun-bertahun.

"Dia memenuhi syarat jadi presiden itu sebabnya saya memilih dia," kata Biden saat menyampaikan konferensi pers pada Kamis (11/7), seperti dikutip dari Reuters.

Kemampuan Biden untuk kembali bertarung pada pemilu AS November mendatang menjadi sorotan usai debat pada Juni 2024 lalu.

Biden nampak gagap dan batuk ketika menghadapi penantangnya, Donald Trump. Penasihat Biden menyebut, sang Presiden flu dan menderita asam lambung sebelum debat.

Presiden AS Joe Biden dan mantan Presiden AS dan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump berpartisipasi dalam debat presiden pertama pemilu 2024 di studio CNN di Atlanta, Georgia, Sabtu (28/6/2024). Foto: Brian Snyder/REUTERS

Pada jajak pendapat terbaru yang dirilis pada Kamis (11/7) , lebih dari setengah pemilih Partai Demokrat menginginkan Biden tak lagi mencalonkan diri.

Survei terbaru dirilis oleh Washington Post-ABC News-Ipsos. Dalam survei itu, Wapres Harris diprediksi bakal mengungguli Trump dengan mendulang 49 persen suara.

85 persen responden menyebut alasan utama tak memilih Biden lantaran usia lanjutnya. Pada 2024 ini usai Biden menginjak 81 tahun, lebih tua dari Tump yang berumur 78 tahun.