Joe Biden Kecam Penggusuran Palestina, tapi Minta Hamas Hentikan Roket ke Israel

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang panduan CDC terbaru di depan Gedung Putih di Washington, DC, Selasa (27/4). Foto: Brendan Smialowski/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang panduan CDC terbaru di depan Gedung Putih di Washington, DC, Selasa (27/4). Foto: Brendan Smialowski/AFP

Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Sabtu (15/5). Ini merupakan panggilan pertama Biden kepada Abbas sejak dirinya menjabat sebagai Presiden AS.

Ada banyak masalah yang mereka bahas dari pembicaraan itu. Pertama, Biden menyampaikan keprihatinan atas konflik antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza. Biden meminta Hamas segera menghentikan serangan roket ke Israel.

"Presiden menekankan perlunya Hamas menghentikan penembakan roket ke Israel," tulis pernyataan Gedung Putih dikutip dari Reuters, Minggu (16/5).

"Kedua pimpinan juga mengungkapkan keprihatinan bersama bahwa warga sipil yang tidak bersalah termasuk anak-anak secara tragis kehilangan nyawa mereka di tengah kekerasan yang sedang berlangsung," tambah pernyataan Gedung Putih.

Biden disebut telah mengirim seorang utusan untuk meredam kekerasan yang telah menewaskan puluhan orang di Jalur Gaza. Biden juga menyampaikan komitmen AS untuk memperkuat kemitraan AS-Palestina.

Warga Palestina yang mengendarai becak otomatis saat meninggalkan rumah mereka selama serangan udara dan artileri Israel, di Jalur Gaza utara, Jumat (14/5). Foto: Mohammed Salem/REUTERS

Biden Kecam Penggusuran Warga Palestina dari Sheikh Jarrah

Sementara berdasarkan rilis resmi dari kantor berita Palestina, WAFA, Joe Biden menentang penggusuran warga Palestina dari Sheikh Jarrah Yerusalem Timur.

Namun pihak Gedung Putih tidak menyampaikan masalah ini kepada publik dalam press rilisnya.

Selain itu, disebutkan masalah hukum yang berkepanjangan atas penggusuran ini menjadi faktor lain pemicu pertempuran antara Israel dan militan Gaza.

kumparan post embed

Ketegangan antara Palestina dan Israel bermula dari penggusuran yang dilakukan Israel di Sheikh Jarrah dan peristiwa kekerasan jemaah salat di Masjid Al-Aqsa, masjid suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi.

Banyak warga Palestina terluka akibat serangan aparat Israel pada 7 Mei 2021 tersebut. Bentrokan berlanjut hingga beberapa hari selanjutnya.

Asap membubung setelah serangan rudal Israel di Kota Gaza, Kamis (13/5). Foto: Hatem Moussa/AP Photo

Hamas, penguasa Jalur Gaza, membalas kekerasan itu dengan menembakkan roket ke arah Israel. Israel membalasnya dengan serangan udara ke Jalur Gaza. Ratusan korban jiwa tak terelakkan.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: