Joko Widodo: Pariwisata Punya Kans Sumbang Devisa Terbanyak

Presiden Joko Widodo menyadari besarnya potensi yang dimiliki sektor pariwisata Indonesia. Bahkan, menurut Jokowi, pariwisata bisa jadi sektor yang menyumbang devisa paling besar untuk negara.
Keyakinan Joko Widodo itu diungkapkan dalam Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Dalam acara yang berlangsung di Puri Agung Convention Hall Jakarta, Senin (12/2) malam itu, Jokowi menyebut pariwisata hanya perlu dipoles agar bisa memberikan devisa yang besar.
"Peluang pariwisata sangat besar sekali, kita masuk 6 besar negara terindah di dunia kemudian kita juga masuk 10 besar negara yang wajib dikunjungi," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Ini brand yang tinggal kita garap agar pariwisata bisa memberikan devisa paling banyak, meskipun devisa pariwisata sudah mencapai 16 miliar dolar AS sudah mengalahkan kelapa sawit, mengalahkan CPO. Sekarang sudah paling tinggi," ia menambahkan.
Joko Widodo juga bercerita pernah menyampaikan kepada Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya secara khusus soal besaran anggaran untuk promosi. Lalu, ia mengaku dimintai anggaran sebesar Rp7 triliun. "Enggak apa-apa sebenarnya tapi pertanyaannya produknya sudah siap belum, saya lihat destinasinya belum siap," keluh Jokowi.
Karenanya, ia pun memerintahkan Kementerian PUPR untuk konsentrasi menggarap empat destinasi pariwisata prioritas dari 10 Bali Baru yang sedang dikembangkan dari sisi infrastruktur. Empat destinasi prioritas itu adalah Mandalika, Danau Toba, Labuan Bajo, dan Borobudu.
Ia menegaskan bahwa infrastruktur dibangun secara besar-besaran pada tahun ini. Itu karena hal tersebut terkait dengan pengembangan pariwisata, termasuk ketersediaan pasokan listrik. "Kita tidak Jawa sentris, tapi Indonesia sentris," ia menegaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga dinobatkan sebagai Bapak Pariwisata Nasional. Ia dianggap memiliki perhatian besar dan menerapkan kebijakan yang memihak sektor pariwisata bahkan sejak ketika masih menjabat sebagai Walikota Solo hingga Presiden RI.
Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap seputar Pemilu 2019.
