Jokowi Akan Paksa Perusahaan Kelapa Sawit dan Tambang Bangun Persemaian Benih

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi usai meninjau Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin. Foto: Nadia Riso/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi usai meninjau Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin. Foto: Nadia Riso/kumparan

Presiden Jokowi menyatakan komitmen Indonesia yang serius menangani dampak perubahan iklim lewat kehadiran Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Jokowi bahkan akan membangun kurang lebih 30 pusat persemaian dalam 3 tahun ke depan, sebagai langkah untuk memperbaiki lingkungan.

"Tetapi saya juga akan memaksa, mengharuskan semua perusahaan kelapa sawit, perusahaan pertambangan untuk juga menyiapkan nursery-nursery seperti ini," kata Jokowi, Jumat (19/11).

Jokowi mengatakan, langkah itu harus dilakukan untuk memperbaiki lingkungan yang rusak akibat aktivitas pertambangan dan kebun kelapa sawit.

"Sehingga kita akan terjadi perbaikan-perbaikan di lingkungan di mana pertambangan itu ada, di mana kebun sawit itu ada," tuturnya.

Presiden Jokowi bersama sejumlah dubes tinjau Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Nadia Riso/kumparan

Lebih lanjut, bibit yang dikembangkan di pusat persemaian cukup beragam. Mulai dari bibit Albasia, bibit Eukaliptus, hingga bibit Mahono.

Jokowi pun berharap bibit-bibit tersebut bisa digunakan pada Januari 2022 mendatang. Nantinya, bibit-bibit tersebut akan ditanam di lokasi yang rawan banjir, longsor, dan yang memerlukan rehabilitasi di lahan-lahan kritis.

"Kita harapkan dengan membangun pusat persemaian seperti ini, kita akan kurangi di hulunya. Tadi utamanya untuk banjir selain untuk perbaikan lingkungan kita," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Jokowi mengundang Dubes AS Sung Y. Kim, Dubes Inggris Owen Jenkins, Dubes Kanada Cameron McKay, Dubes Uni Eropa Vincent Piket, dan Country Director Bank Dunia Satu Kahkone.

Selain dubes dari sejumlah negara dan perwakilan Bank Dunia, turut hadir Menteri KLHK Siti Nurbaya dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.