Jokowi Bantah Intervensi Munas Golkar: Jika Ada, DPD Saya Beri Sepeda

Presiden Jokowi membuka munas pemilihan Ketum Golkar, Selasa (3/12). Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan tak pernah ada intervensi dari Istana dalam pemilihan Ketum Golkar.
Awalnya, Jokowi menyinggung soal atmosfer Munas Golkar yang sudah sejak dan tidak ada konflik.
"Saya tadi masuk pintu ruangan ini, hawanya sudah kelihatan sejuk gitu ya. Sejuk saya yakin meski AC dimatikan, hawa kita tetap sejuk," ujar Jokowi mengawali pidatonya di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan.
Jokowi sunggung mengapresiasi suasana Munas Golkar yang sungguh jauh dari konflik ini. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung soal adanya tudingan Istana turut terlibat dalam pemilihan Ketum Golkar.
Di hadapan seluruh kader Golkar dan para undangan yang hadir, Jokowi menegaskan ia tak pernah intervensi.
"Kemarin ada yang menyampaikan Istana intervensi. Tidak ada. Saya berikan jaminan tidak ada. Kalau ada yang menyampaikan Pak Mensesneg (intervensi), saya beri jaminan tidak ada," lanjut Jokowi.
Jokowi mengaku sudah bertanya kepada Pratikno, apakah ia benar ikut campur dalam pemilihan ketum Golkar. Kepada Jokowi, Pratikno menegaskan tak pernah ikut campur.
Bahkan, dalam munas tersebut, Jokowi menantang ketua DPD I dan DPD II Golkar untuk maju ke depan jika memang benar pernah diajak bertemu Mensesneg Pratikno untuk memenangkan seorang calon di munas.
"Coba kalau ada DPD-DPD yang dikumpulkan oleh Pak Mensesneg, coba maju saya beri sepeda," ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, jika ada menteri yang melakukan intervensi dengan mengumpulkan DPD untuk menggalang suara bagi seorang caketum Golkar, maka hal itu pasti dilakukan oleh menterinya yang merupakan kader partai berlambang beringin itu.
"Kalau ada menteri yang manggil-manggil DPD yang menterinya Golkar mestinya. Bisa saja, bisa saja," kata Jokowi.
"Pak Agus mungkin kan Golkar (Menperin Agus Gumiwang), Pak Zainuddin Amali (Menpora) atau Pak Jerry Sambuaga (Wamendag), atau Pak Luhut (Menko Maritim dan Investasi. Itu kan memang kader Golkar semuanya," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi kembali menegaskan, ia senang karena dalam munas ini, tak ada perpecahan di tubuh Golkar. Jokowi juga menekankan pentingnya soliditas dan kekompakan Golkar karena pasti berpengaruh pada stabilitas politik nasional.
