Jokowi Bicara Saat Ini Zaman Perang AI: Siapa Kuasai AI, Dia Kuasai Dunia

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi saat pimpin ratas tentang Pendisiplinan Melawan Covid-19, Istana Kepresidenan Bogor. Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi saat pimpin ratas tentang Pendisiplinan Melawan Covid-19, Istana Kepresidenan Bogor. Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi mengungkapkan saat ini seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, memasuki era baru yakni perang Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Menurut Jokowi, bagi mereka yang bisa menguasai AI akan menjadi pemenang dalam perang ini.

"Saat ini kita berada di zaman perang AI, persaingan dalam menguasai AI sudah sama dengan space word di era perang dingin. Siapa yang menguasai AI, dia yang akan berpotensi menguasai dunia. Ini kita kejar-kejaran dan menghadapi perang AI," kata Jokowi dalam pembukaan Rakernas BPPT di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/3)

Teknologi Vision AI. Foto: Dok. Nodeflux

Maka dari itu, Jokowi meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT bisa menjadi pusat pengembangan kecerdasan teknologi Indonesia.

"BPPT harus menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia, sekali lagi BPPT harus menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia," tambahnya.

kumparan post embed

Demi mencapai target itu, Jokowi meminta BPPT menciptakan karya tersendiri yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Jokowi menyadari, ada banyak talenta muda di Indonesia.

com-Artificial Intelligence. Foto: Shutterstock

"Saat ini, kita memerlukan BPPT yang bisa memproduksi teknologinya sendiri. Ini tolong BPPT sinergikan talenta-talenta diaspora peneliti-peneliti di universitas, start up teknologi dan anak muda yang sangat militan," ucap eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi berharap BPPT menjadi lembaga yang terus menemukan cara-cara baru, inovatif dan kreatif demi menghasilkan karya yang berguna bagi kemajuan bangsa.

"Bangun mesin AI induk yang bisa memfasilitasi gotong royong antar inovator dan peneliti, memfasilitasi kecerdasan komputer dan kecerdasan manusia untuk mendukung keunggulan ekonomi yang tidak konvensional dan sekaligus efektif," tutur Jokowi.