Jokowi Buka Opsi Cek Sampel Corona di Universitas Airlangga dan Lembaga Eijkman

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona China buatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, CDC. Foto: Alissa Eckert, MS; Dan Higgins, MAM/CDC/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona China buatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, CDC. Foto: Alissa Eckert, MS; Dan Higgins, MAM/CDC/via REUTERS

Pemerintah terus berupaya menangani penyebaran virus corona di Indonesia. Termasuk dengan mengembangkan laboratorium untuk uji spesimen corona di sejumlah tempat.

Selama ini, uji spesimen corona hanya dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes di Jakarta. Presiden Jokowi pun memerintahkan agar ada laboratorium lain yang dapat menguji sampel virus pandemi tersebut.

"Mengenai pengecekan, tadi sudah perintahkan ke Kemenkes agar lab di luar Balitbangkes bisa dilakukan," kata Presiden Jokowi di di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3).

Dia menyebut kemungkinan ada dua laboratorium lain yang akan dijadikan lokasi pengecekan sampel corona. Yakni di Universitas Airlangga, Surabaya, dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta.

"Kelihatannya, mungkin Airlangga di Surabaya dan Eijkman," jelasnya.

Ilustrasi virus corona. Foto: NEXU Science Communication/via REUTERS

Kendati demikian, Jokowi belum menjelaskan dengan rinci. Dia menyerahkan penjelasan lebih detail kepada Menteri Kesehatan Terawan.

"Secara teknis tanya ke Menkes, akan kami libatkan," jelasnya.

Penyebaran virus COVID-19 di Indonesia tak hanya terjadi di Jakarta. Ada beberapa daerah lainnya seperti Jawa Barat, Banten, Bali, hingga Solo.

Balitbangkes Kemenkes memiliki kapasitas untuk memeriksa sekitar 1.700 sampel per hari. Namun, kapasitas itu dianggap kurang mengakomodir sampel yang berasal dari sejumlah daerah.

kumparan post embed