Walkot Batam soal RS Khusus Corona di Pulau Galang: untuk Persempit Penularan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melihat salah satu bangunan bekas rumah sakit di kawasan wisata Ex Camp Vietnam di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/3). Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa
zoom-in-whitePerbesar
Warga melihat salah satu bangunan bekas rumah sakit di kawasan wisata Ex Camp Vietnam di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/3). Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa

Wali Kota Batam, Muhammad Ruli, menanggapi keputusan pemerintah yang memilih Pulau Galang sebagai lokasi rumah sakit khusus untuk pasien virus corona. Ruli mengatakan Pulang Galang dipilih agar ruang gerak virus corona semakin menyempit.

"Tujuan Pak Jokowi membangun rumah sakit tidak lain karena ingin mengisolasi, memperkecil ruang gerak virus," kata Ruli dikutip dari Antara, Jumat (13/3).

Ruli memastikan, warga Batam khususnya yang ada di Pulang Galang tidak keberatan dengan keputusan itu. Mereka juga berharap agar penyebaran virus corona di Indonesia tidak meluas.

"Bilamana pandemi COVID-19 selesai, maka industri di Batam bisa lekas pulih dan bergerak kembali," ucap Ruli.

Personel Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam memeriksa salah satu bangunan yang berada di kawasan wisata Ex Camp Vietnam di Pulau Galang, Batam Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa

Selain itu, Ruli meminta kepada warganya untuk tetap berkegiatan seperti biasa setelah rumah sakit khusus pasien virus corona itu diresmikan.

"Tetap menjalani hidup seperti biasa dan usaha seperti biasa," tutur Ruli.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan RS khusus penyakit menular itu ditargetkan dapat selesai dalam waktu singkat. Jokowi menargetkan pembangunan RS ini bisa selesai pekan depan.

"Termasuk di sini pembangunan fasilitas observasi dalam skala besar di Pulau Galang. Insyaallah minggu depan telah bisa diselesaikan dan akan saya cek langsung," ucap Jokowi usai meninjau upaya pencegahan virus corona di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Jokowi menuturkan, pengawasan pasien suspect virus corona juga telah dijalankan oleh tim reaksi cepat (TRC) yang dikomandoi oleh Kepala BNPB Doni Monardo. TRC ini telah ditempatkan di rumah sakit tipe A.

kumparan post embed