Jokowi: Pembangunan RS Khusus Corona di Pulau Galang Selesai Pekan Depan

Presiden Jokowi mengungkapkan berbagai upaya mitigasi dalam mencegah penyebaran virus corona di Indonesia. Salah satunya dengan pembangunan rumah sakit khusus penanganan penyakit penularan, seperti virus corona, di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Seribu.
Pembangunan RS khusus penyakit menular ini ditargetkan dapat selesai dalam waktu singkat. Jokowi menargetkan pembangunan RS ini bisa selesai pekan depan.
"Termasuk di sini pembangunan fasilitas observasi dalam skala besar di Pulau Galang. Insyaallah minggu depan telah bisa diselesaikan dan akan saya cek langsung," ucap Jokowi usai meninjau upaya pencegahan virus corona di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (13/3).
Jokowi menuturkan, pengawasan pasien suspect virus corona juga telah dijalankan oleh tim reaksi cepat (TRC) yang dikomandani oleh Kepala BNPB Doni Monardo. TRC ini telah ditempatkan di rumah sakit tipe A.
"Untuk menjaga pintu negara, kita ada 135 pintu gerbang baik di darat di pelabuhan atau airport. Ini protokol keamanan dan protokol kesehatan diterapkan," tuturnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga terus menyiapkan upaya mitigasi lain dengan menambah rumah sakit rujukan. Tak hanya RS milik pemerintah, bahkan RS milik TNI, Polri, dan BUMN juga ikut dilibatkan.
"RS rujukan disampaikan Menkes ada 132 RS, sebelumnya 100. Lalu (jadi) 132 dan kita tambah lagi 109 RS TNI, 53 lagi RS Polri, dan 65 RS BUMN," tutupnya.
Pemerintah sebelumnya menargetkan rumah sakit khusus penyakit menular di Pulau Galang dapat digunakan pada 28 Maret 2020.
Demi mengejar target waktu pembangunan itu, Kementerian PUPR mengirim material menggunakan kapal dan bahkan pesawat TNI AU jenis Hercules. Material yang digunakan adalah modul panel, berupa beton pracetak.
Salah satu pertimbangan RS khusus ini dibangun di Pulau Galang karena sudah ada beberapa bangunan yang bisa digunakan. Sehingga bisa digunakan sebagai fasilitas pendukung operasional RS.
Pulau Galang sebelumnya merupakan lokasi penampungan pengungsi Vietnam, yang meninggalkan negara mereka akibat peperangan. Saat itu, Pulau Galang dikelola oleh badan PBB untuk penanganan pengungsi atau UNHCR.
Kini Pulau Galang menjadi lokasi wisata sejarah, terkait keberadaan penduduk Vietnam yang pernah tinggal di sana. Meski terpisah dari Batam, namun lokasinya hanya sekitar 7 kilometer saja.
