Jokowi Butuh Banyak Talenta Digital, Nadiem Jawab dengan Merdeka Belajar
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Jokowi menegaskan pemerintah perlu menyiapkan strategi untuk menghadapi perkembangan teknologi dan digital yang semakin maju. Jokowi juga mengungkapkan perusahaan-perusahaan teknologi besar di dunia tengah berlomba membangun Metaverse.
"Facebook yang sudah berubah jadi Meta, Microsoft, semuanya masuk ke sana semuanya. Sehingga perlu disiapkan strategi negara kita. Negara kita perlu menyiapkan sebuah strategi agar kita tidak tertinggal jauh oleh negara-negara lain," kata Jokowi saat membuka Gerakan Akselerasi Generasi Digital, Rabu (15/12).
Jokowi pun meminta kepada para menteri, BUMN, dan pihak-pihak terkait untuk bisa mengejar perkembangan teknologi digital. Sebab, Indonesia tidak mempunyai banyak waktu, dan setidaknya membutuhkan dua tahun untuk mengejar itu.
"Yang sulit bagaimana menyiapkan talenta digital dalam jumlah yang besar. Mendatangkan mentor-mentor yang memiliki kualifikasi yang baik, dan kita beruntung Menteri Pendidikan kita memiliki pengalaman di dalam perusahaan teknologi, Mas Nadiem, untung banget kita," ungkapnya.
Jokowi mengungkapkan bagaimana ia sering berkomunikasi dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim terkait hal tersebut. Dalam komunikasi itu, Nadiem pun menjawab program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar sebagai jawaban atas pertanyaan Jokowi.
"Saya tanya selalu dijawab dengan cepat. Ini gimana jumlahnya, enggak mau saya hanya satu atau dua, seribu atau dua ribu. Kita minta jutaan, [dijawab] bisa, Pak. Kampus Merdeka, Merdeka Belajar itu jawabannya, Pak. Caranya tadi sudah disampaikan Pak Menteri tadi," jelasnya.
Jokowi menegaskan Indonesia harus benar-benar menyiapkan hal ini. Karena jika tidak, akan sulit bagi Indonesia untuk mengejar negara-negara lain.
"Oleh sebab itu, saya meminta semua perusahaan teknologi agar mau ditempatkan, ditempati untuk magang mahasiswa-mahasiswa kita, anak-anak kita agar secepatnya semuanya berubah, mindset digital ada, skill digital ada sehingga terbentuk sebuah kultur digital di negara kita," tuturnya.
Di sisi lain, Jokowi telah meminta Kominfo segera membangun infrastruktur digital untuk pemerintahan digital atau e-government. Ia meminta hal ini segera dikejar jika tidak ingin Indonesia ketinggalan jauh.
"Begitu kita tidak bisa mengejar, kita, ya, sudah, kita akan semakin jauh. Pada kesempatan dan peluang itu ada, ekonomi digital kita akan tumbuh kalau infrastruktur siap, talenta digital siap, pemerintahan digital siap, regulasi-regulasi digital siap. Sehingga terbangun sebuah ekosistem masyarakat digital di negara kita," pungkasnya.
